Bima Minta ASN Tiru 3 Filosofi Kepemimpinan Rasulullah SAW
Bima Arya meminta para ASN di Bogor meniru tiga filosofi kepemimpinan Rosululloh. Hal itu dikatakan bima saat acara Isra Miraj di Bogor
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW secara terbatas di Masjid At-Taqwa Balaikota Bogor pada Rabu 2 Maret 2022 sore.
Dalam peringatan ini, Wali Kota Bogor Bima Arya menyebut, perjalanan Isra Miraj sarat dengan filosofi kepemimpinan karena Rasulullah adalah teladan terbaik bagi umat.
Selain dihadiri Bima Arya, Isra Miraj kali ini dimeriahkan dengan kehadiran Ustadz Hilman Fauzi sebagai penceramah dan Ketua MUI Kota Bogor KH TB Muhidin.
Bima melanjutkan, sejatinya ada tiga filosofi kepemimpinan yang bisa dijadikan pedoman dari fenomena Isra Miraj. Yang pertama adalah filosofi penyucian hati. Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) filosofi penyucian hati ini paling utama. Menjalankan tugas kalau tidak ada kepentingan Insya Allah barokah.
Baca Juga: Aa Gym: Ramadan Bulan Spesial yang Dirindukan Semua Umat Muslim
"Tapi kalau menjalankan tugas hatinya sudah tidak bersih, ada kepentingan, ya Insya Allah tidak akan pernah barokah. Saya selalu titip kepada para lurah, camat, dinas utamakan kepentingan yang lebih besar. Kalau sudah disetir oleh kepentingan maka kita tidak bisa berteriak keras terhadap kemudaratan. Akan disetir nantinya, ketika kita hatinya tidak bersih," bebernya.
Bima menambahkan, kedua adalah spirit keteladanan. Di mana ketika Rasulullah SAW kehausan dan meminta minum, Malaikat Jibril memberinya dua wadah berisi susu dan khamr (minuman yang memabukkan atau miras). Tawaran itu terjadi ketika Rasulullah di Baitul Maqdis.
"Rasullullah memilih susu, ini juga keteladanan. Misalnya Satpol PP jangan galak ke pelanggar tertentu saja, Disperindag jangan hanya menindak usaha kecil saja, tetapi masuk angin oleh pengusaha besar. Harus satu antara kata dan perbuatan. Jadi kalau kita meminta yang lain bersih dan taat, kita juga harus lebih bersih dan taat. Ini dicontohkan oleh Rasulullah dalam Isra Miraj," terangnya.
Baca Juga: Tujuan Hidup di Dunia Harus Seperti Ini, Ustadzah Oki Setiana Dewi: Bukan Kaya dan Terkenal!
Masih kata Bima, filosofi kepemimpinan lainnya adalah keadilan. Semula Allah SWT memerintahkan sholat sebanyak 50 waktu dalam sehari semalam. Kemudian Nabi Muhammad SAW meminta keringanan hingga akhirnya menjadi 5 waktu. Bagaimana Rasulullah bernegosiasi agar umatnya mendapatkan keadilan ketika mendapatkan perintah sholat.
"Bayangkan kalau Rasulullah tidak bernegosiasi meminta keringanan, hari ini seperti apa kita harus menjalankan perintah sholat. Jadi, ada spirit keadilan. Tiga hal itu Insya Allah kami niatkan untuk dikuatkan, baik untuk semua maupun untuk saya sendiri diujung masa jabatan saya yang kurang dari dua tahun ini sampai Desember 2023. Mudah-mudahan spirit kita sama, menyucikan hati, memberikan keteladanan dan memberikan keadilan bagi semua," pungkasnya. (Rizki Mauludi)
Editor : inilahkoran


