Kim Woo Bin Bersinar saat Suzy Dikritik, Berikut Ulasan Drama Baru Netflix 'Genie, Make a Wish'

Ulasan drama asli Netflix 'Genie, Make a Wish' menyebutkan bahwa Kim Woo Bin bersinar di atas Suzy yang dikritik.

Kim Woo Bin Bersinar saat Suzy Dikritik, Berikut Ulasan Drama Baru Netflix 'Genie, Make a Wish'
Kim Woo Bin dan Suzy dalam drama 'Genie, Make a Wish'.

INILAHKORAN, Bandung - Drama asli Netflix 'Genie, Make a Wish' menjanjikan kembalinya aktor Kim Woo Bin dan aktris sekaligus idola Suzy yang memukau.

Tetapi meskipun Drama ini menawarkan visual yang memukau dari Suzy serta Kim Woo Bin dan tema yang menggugah pikiran, serial ini tidak sepenuhnya memberikan keajaiban yang diharapkan pemirsa.

Disutradarai oleh Ahn Gil Ho dan ditulis oleh penulis ternama Kim Eun Sook, Drama ini memadukan fantasi dan romansa untuk mengeksplorasi keserakahan, keyakinan, dan penebusan manusia.

Kisahnya dimulai ketika Ka Young secara tidak sengaja membangkitkan Genie, makhluk mistis yang terpenjara selama seribu tahun, dan menjadi pemegang tiga permintaan.

Alih-alih menerima keajaiban, Ka Young justru menantangnya, mempertanyakan apakah manusia ditakdirkan untuk rusak oleh keinginan mereka sendiri.

Yang membedakan Drama ini adalah kedalaman filosofisnya. Alih-alih mengandalkan kiasan pemenuhan keinginan yang mudah ditebak, serial ini membingkai narasinya sebagai pertaruhan antara dua pihak yang bertolak belakang, Ka Young, seorang perempuan muda yang ditempa oleh trauma dan ketidakpercayaan, dan Genie, roh yang memandang manusia sebagai lemah dan egois.

Melalui konflik mereka, Drama ini mengkaji kesepian, kerentanan, dan batas-batas empati. Kim Eun Sook mengubah motif "tiga keinginan" yang sudah lama ada menjadi metafora berlapis tentang moralitas, godaan, dan pencarian cinta.

Secara visual, Drama ini memukau dengan bentangan gurun yang luas dan penggunaan cahaya serta bayangan yang simbolis, tetapi CGI-nya terkadang terasa tidak konsisten, menarik penonton keluar dari atmosfer dongengnya.

Naskahnya juga terasa terlalu ambisius. Hanya dalam 13 episode, Drama ini mencoba mengangkat tema-tema filsafat, iman, penyembuhan, dan romansa, yang terkadang melemahkan dampak emosional dan membuat dialog-dialog tertentu terasa terlalu dipaksakan.

Dari segi Akting, aktor Kim Woo Bin berhasil memerankan Genie (Iblis) dengan sangat baik.

Kim Woo Bin dengan piawai menyeimbangkan arogansi dan kerentanan, menciptakan sosok kompleks yang berevolusi dari penipu yang acuh tak acuh menjadi seseorang yang mampu berbelas kasih dan mencintai.

Aktingnya yang bernuansa dan sentuhan humornya menambah kedalaman yang tak terduga, menjadikan karakternya sebagai sorotan utama Drama ini.

Sebaliknya, penampilan Suzy sebagai Ka Young kurang konsisten. Meskipun secara visual dia cocok memerankan seorang pahlawan wanita yang dingin dan cerdas, penyampaiannya terkadang kurang berbobot secara emosional, terutama di momen-momen yang menuntut keterbukaan.

Dibandingkan dengan Anna, penampilannya di sini terasa terkendali dan kurang berkesan.

Namun, kesediaannya untuk mengambil peran yang menantang tersebut menunjukkan keinginannya untuk berkembang sebagai seorang aktris.

Terlepas dari kekurangan-kekurangan ini, chemistry antara Kim Woo Bin dan Suzy tetap memikat.

Hampir satu dekade setelah 'Uncontrollably Fond', reuni mereka membawa sinergi alami yang menjaga hubungan inti tetap terasa nyata dan memikat.

Tarik-ulur antara akal sehat dan emosi mereka terasa nyata, meskipun tidak selalu mencapai puncak yang eksplosif.

Pada akhirnya, 'Genie, Make a Wish' adalah Drama yang memikat secara visual dan berani secara konseptual, yang terkadang goyah karena ambisinya. 

Dengan Akting Kim Woo Bin yang luar biasa dan upaya Suzy yang berisiko namun tidak sempurna, Drama ini menonjol sebagai tambahan unik bagi genre romansa fantasi Korea, indah dan penuh makna, tetapi tidak sepenuhnya memukau seperti yang diharapkan.***


Editor : Irma Nurfajri