Kisah Dede Iskandar Eks Petugas Kebersihan Kini Punya Usaha dengan Omset Rp800 Juta per Bulan
Dede Iskandar berhasil raih omset hingga Rp800 juta per bulan dengan memanfaatkan program dan fitur e-commerce
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Jakarta- Dede Iskandar (35) mantan pekerja kebersihan di Kebun Binatang Ragunan, punya kisah hidup yang unik sekaligus inspiratif.
Dede Iskandar berhasil raih omset hingga Rp800 juta per bulan dengan memanfaatkan program dan fitur e-commerce. Kunci keberhasilannya, adalah menjaga kualitas pelayanan kepada konsumen.
Hidup Dede Iskandar berubah 180 derajat sejak ia terjun menjadi wirausahawan. Suatu pencapaian yang awalnya sulit terbayangkan.
Berangkat dari ketertarikannya dibidang otomotif. Dede bersama partner bisnisnya, Exfran Fery,mendirikan bisnis perawatan otomotif bernama Oxide Push Boundaries (Oxide).
Awalnya, saat Iskandar masih bekerja sebagai petugas kebersihan di Kebun Binatang Ragunan, Jakarta, ia mencoba peruntungan membuat sebuah brand produk perawatan kendaraan yang mulai didirikan di tengahp andemi Covid-19 pada tahun 2020.
Berbekal ilmu digital marketing yang ia pelajari secara otodidak, Dede memilih untuk memasarkan produknya menggunakan platform e-commerce online, seperti Shopee. Perjalanan Dede dalam membangun Oxide di Shopee tidak langsung berjalan mulus.
Di masa awal berbisnis, jumlah penjualan Oxide tak pernah mencapai target yang diharapkan. Namun, Dede pun terus mencari strategi untuk meningkatkan penjualannya. Iskandar percaya bahwa Shopee adalah platform e-commerce yang sangat menjanjikan, sehingga ia bertekad untuk lebih fokus mengembangkan bisnisnya di Shopee.
“Di awal berbisnis, saya melakukan riset komparasi dengan menggunakan beberapa tools digital untuk menganalisa e-commerce mana yang memiliki performa terbaik dan trafik tertinggi. Dari hasil riset yang saya lakukan, Shopee memang berada di posisi paling atas, lebih ramai dibanding yang lain. Jadi, saya putusin untuk lebih fokus di Shopee, pelajari fitur-fiturnya Shopee,” kata Dede, Kamis 11 Juli 2024.
Keputusan dan langkah Dede untuk fokus berjualan di Shopee pun berbuah manis. Ia berhasil meningkatkan penjualannya dengan memaksimalkan pnggunaan fitur dan program promosi Shopee.
Dengan kualitas produk dan jumlah transaksi yang terus meningkat, Iskandar bahkan berhasil meraih status sebagai Penjual Mall di Shopee hanya dalam waktu sekitar dua tahun. Status Shopee Mall diberikan kepada toko terpilih khusus pemilik merek dan distributor resmi.
Rahasia bangun bisnis beromzet tinggi
Dalam waktu yang relatif singkat, Oxide kini telah berhasil meraih omzet hingga Rp800 juta setiap bulannya. Ia pun membeberkan tiga kunci utama keberhasilannya dalam mengembangkan Oxide, pertama, menjaga kepuasan konsumen. Baginya kepuasan konsumen selalu menjadi nomor satu.
“Di Oxide, kami punya garansi 100%. Di Shopee juga ada program Garansi Bebas Pengembalian. Menurut saya program Shopee ini semakin melengkapi garansi 100% yang toko kami sediakan. Jadi, konsumen nggak perlu ragu-ragu lagi belanja di Oxide. Satu bulan pertama setelah program Garansi Bebas Pengembalian Shopee diluncurkan, Oxide bahkan mengalami peningkatan penjualan hingga hampir 20%. Dan sebenarnya konsumen juga nggak sesering itu melakukan pengembalian barang, paling cuma ada 1-2 orang dalam dua bulan,” katanya.
Selain itu,lanjut Dede, keberhasilannya juga ditunjang oleh investasi pada fitur dan berbagai program promosi dari E-commerce. Sejak awal membangun Oxide, ia memang selalu berusaha mengulik fitur dan program promosi yang ada di Shopee. Ia percaya bahwa penggunaan fitur dan program yang tepat sasaran dapat membantunya meningkatkan visibilitas toko dan penjualan prduk.
“Fitur utama yang Oxide gunakan adalah Iklan Shopee. Oxide juga rajin ikutan program Shopee, seperti Voucher Toko, dan Gratis Ongkir. Keduanya punya dampak besar untuk penjualan Oxide. Penjual memang harus berani memaksimalkan penggunaan fitur dan program Shopee. Penentuan strategi promosi di Shopee ini sama seperti investasi. Kita harus tahu channel promosi mana yang paling efektif, lalu kita berinvestasi di situ supaya hasil penjualan kita maksimal,” katanya.
Kemudian, lanjut Dede, seorang pelaku usaha itu harus adaptif terhadap perubahan lanskap bisnis yang ada. Cari celah peluang yang dapat dimaksimalkan dengan adanya perubahan tersebut. Itulah mengapa riset bisnis dan perilaku konsumen menjadi suatu hal yang esensial dalam perkembangan bisnis Oxide.
“Di Oxide, kami selalu menerapkan sikap yang adaptif dan rajin melakukan riset pasar. Kami selalu mencoba menangkap peluang di setiap perubahan lanskap bisnis yang ada.
Contohnya, kalau ada pembaruan program di platform online maupun ada feedback dari konsumen, kami berusaha menjadikan hal tersebut sebagai dorongan untuk meningkatkan pelayanan. Intinya akan balik lagi ke konsumen, kami ingin memastikan bahwa konsumen kami merasa puas,"ujarnya.
Sejalan dengan komitmen kami dalam mendorong roda perekonomian nasional melalui pilar UMKM dan brand lokal, Shopee senantiasa mengembangkan fitur dan program inovatif untuk mendukung pertumbuhan bisnis lokal.
Pada 2023 lalu, sebanyak 84% pelaku usaha di Shopee berasal dari UMKM dan brand lokal, dengan 93% total transaksi didominasi oleh produk lokal. Shopee berupaya untuk terus menciptakan ekosistem yang inklusif dan mendukung pertumbuhan serta kesuksesan jangka panjang UMKM dan brand lokal di Indonesia.***(rd dani r nugraha)
Editor : Bsafaat


