Kisah Kapolda Jabar yang Baru, Irjen Suntana, Ahok, dan Cici Paramida
Kapolda Jawa Barat yang baru, Irjen Suntana, punya banyak pengalaman dalam rentang kariernya . Termasuk soal Ahok dan suami Cici Paramida
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Kapolda Jawa Barat yang baru, Irjen Suntana, memiliki banyak pengalaman dalam rentang kariernya yang panjang. Termasuk soal Ahok dan suami Cici Paramida saat itu.
Irjen Suntana, Rabu siang ini dilantik sebagai Kapolda Jawa Barat. Dia menggantikan Irjen Ahmad Dofiri yang dipercaya jadi Kabaintelkam. Dalam kariernya, Irjen Suntana pernah menangani peristiwa terkait Ahok dan Ahmad Shaebi alias Ebi, saat itu suami penyanyi Cici Paramdia.
Dalam peristiwa Ahok, Irjen Suntana saat itu menjabat Wakapolda Metro Jaya. Sedang dalam kasus suami Cici Paramida, dia menjabat Kapolres Bogor.
Pada peristiwa Ahok, lengkapnya Basuki Tjahaja Purnama, Irjen Suntana kebagian tugas mengamankan jalannya persidangan. Saat itu, Ahok diadili atas dugaan penistaan agama dan dinyatakan bersalah.
Baca Juga: Siang Ini, Jawa Barat Punya Kapolda Baru, Irjen Suntana
Persidangan Ahok saat itu menyita perhatian publik. Maklum, dia tokoh politik yang kuat. Dekat dengan Presiden Joko Widodo, yang dia gantikan sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Irjen Suntana sendiri menilai suasana kamtibmas pada persidangan Ahok cukup aman dan lancar. Kondusif. “Seluruhnya sidang berjalan aman lancar, begitu juga kegiatan di luar,” katanya kala itu di Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Utara, hampir lima tahun yang lalu.
Suntana menilai, persidangan Ahok berjalan lancar tidak hanya berkat peran kepolisian, tetapi juga seluruh elemen terkait. Menurut mantan Dirintelkam Polda Metro Jaya itu, pengamanan sudah dilakukan sesuai prosedur tetap (protap) dan ketentuan pengamanan.
Baca Juga: Polres Bogor dan Polda Jabar Ungkap Jaringan Narkoba 5,6 Kg Sabu, Tersangkanya Karyawan Supermarket
Bahkan, ia pun membenarkan bahwa kepolisian mengamankan Ahok dengan menggunakan kendaraan kepolisian. “Tadi ada barakuda dan mobil juga yang lain, tapi saya tidak tahu pasti. Yang pasti Pak Ahok masuk dan keluar lewat pintu utama,” kata Suntana.
Meskipun keadaan aman, pria yang pernah menjabat sebagai Kapolres Tasikmalaya dan Bogor ini menilai masih ada sejumlah hal yang perlu dievaluasi.
Ia melihat permasalahan lalu lintas menjadi kendala dalam pengamanan sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara itu. Kemacetan terjadi karena masyarakat yang tidak hadir di dalam persidangan menggunakan hak demokrasi mereka dengan berorasi di depan pengadilan.
“Ruang sidang pengadilan hanya bisa 50,60,70 orang. Sedangkan yang datang banyak sehingga mau gak mau masyarakat yang tidak bisa masuk kita berikan ruang kesempatan di depan gedung pengadilan ini dan melaksanakan hak demokrasinya berupa orasi,” katanya kepada wartawan.
Baca Juga: Polda Jawa Barat Bongkar Sindikat Penjualan Senjata Rakitan Ilegal
Sementara terkait kasus Ahmad Suhaebi, Suntana saat itu bertugas sebagai Kapolres Bogor. Ebi dijerat dengan pasal kekerasan dalam rumah tangga atas aduan Cici Paramida.
Kasus ini sempat jadi sorotan karena Ebi tak ditahan penyidik. Tapi, Suntana yang saat itu masih berpangkat AKPB, menyebutkan pasal 214 KUHP yang dikenakan terhadap Ebi tidak mewajibkan penyidik untuk melakukan penahanan untuk kepentingan penyidikan.***
Editor : inilahkoran


