Kisah Keluarga Manurung yang Viral Karena Barber-Say Syndrome, Begini Penjelasannya dari Segi Medis
Keluarga Manurung viral di Tiktok. dr. Rheza Maulana S menjelaskan kondisi fisik yang dialami keluarga Manurung dari segi medis.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kisah keluarga Manurung yang mempunyai keunikan fisik viral di media sosial. Bahkan, video di TikToknya seringkali ditonton oleh jutaan orang.
Meski mempunyai fisik yang berbeda, keluarga tersebut kerap kali membuat konten unik dan membuat para penontonnya terhibur.
Baru-baru ini keluarga Manurung diundang di podcast Irfan Hakim. Dalam video tersebut seorang dokter bernama dr. Rheza Maulana menjelaskan kondisi fisik yang dialami keluarga Manurung dari segi medis.
Baca Juga: Kasus Positif Covid-19 di Garut Kembali Bertambah, 4 Pasien Meninggal Dunia
dr. Rheza menjelaskan, kondisi fisik yang dialami keluarga Manurung dalam segi medis disebut Barber-Say Syndrome, yakni adanya kelainan gen dalam pembentukan embrio.
"Pembentukan dari tulang rahangnya tulang pipinya sedikit terganggu, dan juga bentuk matanya khusus ada naik sedikit," ujar dr. Rheza.
Selain itu, dr. Rheza menyebut kondisi yang dialami keluarga Manurung berbeda dengan Syndrome Treacher Collins.
"(Syndrome Treache Collins) bentuk matanya agak turun, dan terkadang pada syndrome treacher bentuk telinganya itu terganggu. Namun pada kondisi beliau aman-aman semua," katanya.
Baca Juga: Spoiler Military Prosecutor Doberman: Ahn Bo Hyun dan Jo Bo Ah Tangkap Penjahat di Teaser Pertama
Meski berbeda, dr. Rheza mengungkapkan antara kedua syndrome tersebut memiliki persamaan.
"Jadi sama-sama dari gangguan rahang, tulang pipi tengkorak lebih kecil ukurannya. Tidak adanya gangguan dari daun telinga itu jauh lebih baik," ucap dr. Rheza.
"Pada saat di janin, telinga, otak mata jantung, tangan, danjari-jarinya. Trimester pertama tuh bisa dicek di USG," imbuhnya.
Baca Juga: Merdeka Belajar - Kampus Merdeka, ISBI Bandung Lepas 28 Mahasiswa dan 4 Dosen
dr. Rheza juga mengatakan kondisi yang dialami keluarga Manurung tersebut biasanya diturunkan dari gen orang tuanya.
"Biasanya orang tuanya punya gen tersebut sehingga diturunkan ke anak anaknya, 50 sampai 60 persen dominan lebih banyak muncul," tuturnya.***
Editor : inilahkoran


