Kisah Mu'adz Bin Jabal
MU'ADZ bin Jabal masuk Islam pada umur 18 tahun. Beliau termasuk pembesar sahabat dan tokoh mereka.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
MU'ADZ bin Jabal masuk Islam pada umur 18 tahun. Beliau termasuk pembesar sahabat dan tokoh mereka.
Diriwayatkan dari Abu Muslim Al-Khaulany yang berkata, "Aku datangi masjid di Damaskus, ternyata aku dapati suatu kelompok orang-orang tua sahabat Rasulullah. Terdapat di kelompok mereka seorang pemuda yang matanya memakai celak dan giginya bersinar.
Setiap kali mereka berbeda pendapat tentang suatu hal, mereka kembalikan kepada pemuda itu. Aku bertanya kepada teman dudukku, 'Siapakah pemuda itu?' Orang itu berkata, 'Mu'adz bin Jabal'."
Diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa Mu'adz masuk menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, lalu beliau bertanya, "Bagaimana keadaanmu pagi ini?" Beliau berkata, "Aku pagi ini dalam keadaan beriman kepada Allah."
Rasulullah berkata, "Sesungguhnya setiap ucapan itu ada bukti kebenarannya, dan setiap yang haq itu ada hakikatnya. Apa bukti kebenaran ucapanmu?" Beliau berkata:
"Wahai Rasulullah, tidaklah aku berada di pagi hari, kecuali aku menyangka tidak akan mencapai pagi hari. Tidaklah aku melangkah satu langkah, kecuali aku menyangka tidak akan dapat mengikuti dengan langkah yang berikutnya.
Seakan-akan aku melihat setiap umat dalam keadaan berlutut, setiap umat diseru menuju kitab catatan amalnya, dan besertanya nabi dan berhalanya yang disembah selain Allah Ta'ala, dan seakan-akan aku melihat siksaan penghuni neraka dan pahala penghuni surga."
Rasulullah bersabda, "Kamu telah mengetahuinya maka lanjutkanlah." (sumber: inilah.com)
Editor : JakaPermana

