Kisah Pengaman Mudik 'Mereka Rela Tak Pulang Demi Pulang Mereka'
'Ada yang tak pulang demi pulangmu', ungkapan itu mungkin cocok disematkan bagi para petugas pengamanan mudik lebaran. Demi tugas mulia, mereka rela meski harus berlebaran di jalan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Purwakarta - 'Ada yang tak pulang demi pulangmu', ungkapan itu mungkin cocok disematkan bagi para petugas pengamanan mudik lebaran. Demi tugas mulia, mereka rela meski harus berlebaran di jalan.
Ya, Lebaran merupakan sebuah momentum yang sangat di tunggu-tunggu umat Islam di seluruh penjuru dunia. Tak jarang, saat-saat seperti ini kerap diwarnai dengan suka cita.
Di momen tersebut, masyarakat biasanya melakukan kegiatan yang tak biasa dilakukan pada hari-hari biasa. Misalnya, berkumpul dengan keluarga besar, sanak family, hingga berkeliling kampung untuk bersilaturahmi dengan para tetangga.
Tak heran, bagi mereka yang tinggal diluar kota pasti selalu menyempatkan pulang untuk sekedar merayakan hari kemenangan umat Islam ini di kampung halaman.
Meskipun, saat di perjalanan (mudik) menuju kampung halaman, mereka rela terkena macet hingga berjam-jam lamanya. Namun, rasa capek saat mudik itu pun tergantikan setelah mereka sampai ke kampungnya.
Mungkin, sangat beruntung bagi mereka yang bisa merayakan hari Lebaran bersama keluarga besar di kampung halaman masing-masing. Tak seperti mereka, yang harus masih menjalankan tugasnya di hari raya demi kelancaran mudik lebaran. Sebut saja salah satunya, petugas kepolisian.
Sebagian besar anggota institusi penegak hukum ini, rela berlebaran di jalan dan jauh dari keluarga. Kondisi seperti ini, bukan karena terpaksa. Melainkan, tuntutan kerja dan menjadi tanggung jawab mereka yang merupakan pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat.
Saat lebaran seperti ini, tugas berat mereka hanya satu, yakni bagaimana caranya bisa menjamin kelancaran lalulintas dan keselamatan para pemudik. Memang, kondisi seperti ini tak seluruhnya dirasakan petugas kepolisian, melainkan hanya mereka yang bertugas diluar kota saja.
IPTU Asep Kusmana misalnya. Beragam gambaran tersirat dari raut wajah salah satu perwira di satuan lalulintas (Satlantas) Polres Purwakarta itu.
Menurut dia, saat lebaran seperti ini ada rasa bahagia bercampur bangga, karena bisa membantu mensukseskan jalannya arus mudik lebaran. Meskipun, dirinya harus rela berlebaran dijalan dan tak bisa berkumpul dengan anak dan istrinya saat moment tersebut.
"Ini sudah menjadi tugas dan kewajiban kami sebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat. Alhamdulillah, keluarga sudah sangat mengerti dengan tugas kami," ujar pria asli Kabupaten Garut itu kepada INILAH, Selasa (4/6/2019).
Menurut dia, meskipun tak bisa berlama-lama menemani sang istri dan anggota keluarga lainnya, baginya momen lebaran ini merupakan suatu kebahagiaan. Karena, bisa turut membantu tugas negara dalam hal pengamanan arus mudik.
"Bagi saya, yang penting arus mudik bisa berjalan lancar. Apalagi, momentum seperti ini hanya berlangsung setahun sekali," kata pria yang juga menjabat Kanit Laka, Satlantas Polres Purwakarta itu. (Asep Mulyana)
Editor : JakaPermana

