Klok Melawan Lelah dengan Pikiran

Klok Melawan Lelah dengan Pikiran
INILAH/ADAM HUSEIN

MULAI Oktober 2026, Persib Bandung harus menghadapi tujuh pertandingan dalam satu bulan. Rebuah ritme gila karena mereka harus membagi fokus di Liga Super, ACL Two, hingga Shopee Cup.

Bagi sang kapten, Marc Klok, ini bukan lagi sekadar soal taktik sepak bola. Ini adalah perjuangan untuk “bertahan hidup.” Di sudut lapangan pendamping Stadion GBLA, Selasa (29/9), Klok berdiri dengan peluh yang belum kering. Tatapannya serius saat menggambarkan apa yang akan dihadapi timnya: jadwal padat, intensitas tinggi, dan perjalanan udara berjam-jam yang menguras energi.

“Kalau jadwal padat seperti ini, kami banyak berdiskusi dan meminta masukan dari para pemain serta staf pelatih,” ujar pemain naturalisasi asal Belanda tersebut.

Komunikasi baginya adalah jangkar agar tim tidak karam ditelan kelelahan.

Namun, yang paling menarik dari seorang Klok adalah bagaimana ia memandang rasa lelah itu sendiri. Baginya, musuh terbesar bukanlah jadwal di atas kertas, melainkan pikiran di dalam kepala.

“Kalau kita terus mengatakan kepada tubuh bahwa kita lelah dan capek, tentu kita akan merasa semakin lelah,” ucap pemilik nomor punggung 23 ini dengan nada filosofis.

Pemain bernomor punggung 23 ini berharap dengan upaya tersebut, Persib bisa mendapatkan hasil yang sangat baik di seluruh pertandingan yang dihadapi.

“Tapi selain hasil, saya juga pikir kita harus kerja untuk faktor non-teknis di lapangan. Karena itu membantu kita banyak di luar. Kita harus menjadi satu tim, kita harus menjadi satu kesatuan sebagai sebuah klub. Semua orang di klub harus menuju ke arah yang sama,” imbuhnya.

Klok juga meminta dukungan dari Bobotoh untuk terus bersama mengawal Persib Bandung.

Baginya, seluruh pemain akan mengerahkan kemampuan terbaiknya untuk tim Maung Bandung.

“Tidak ada pemain lain di luar pemain-pemain yang Anda lihat di lapangan yang melakukan pekerjaan untuk Persib Bandung. Jadi Anda harus menghargai, Anda harus menilai tinggi para pemain. Dan kemudian dari sana Anda mencoba secara maksimal,” tegasnya.

Pada pertengahan musim, lanjutnya, evaluasi akan dilakukan agar Persib Bandung bisa melakukan perbaikan dan kembali berkembang menjadi lebih baik.

“Di akhir musim Anda akan mengevaluasi, atau di pertengahan jalan.

Apakah ini cukup? Apakah ini kurang? Baru kita bisa, baru bisa bilang.

Tapi sekarang kita harus terima sesuatu, kita harus optimistis, karena ini sangat penting,” pungkasnya.

(muhammad ginanjar)


Editor : Inilahkoran