Komunitas Cirebon Coffee Even Gelar Perlombaan Brewers Championship bagi Barista

Komunitas Cirebon Coffee Event (CCE) menggelar kegiatan kreatif bagi para barista berupa kompetisi Cirebon Brewers Championship (CBrc)

Komunitas Cirebon Coffee Even Gelar Perlombaan Brewers Championship bagi Barista
Komunitas Cirebon Coffee Event (CCE) menggelar kegiatan kreatif bagi para barista berupa kompetisi bertajuk Cirebon Brewers Championship (CBrC) dan juga Cirebon Latte Art Championship (CLAC).

INILAHKORAN, Cirebon,- Komunitas Cirebon Coffee Event (CCE) kembali menggelar kegiatan kreatif bagi para barista melalui ajang Cirebon Latte Art Championship (CLAC).

Kegiatan Cirebon Brewers Championship (CBrc) dan Cirebon Latte Art Championship (CLAC) yang diinisiasi Cirebon Coffe Event (CEE) tersebut digelar selama dua hari berturut-turut Sabtu, 11 Desember dan 12 Desember 2021.

Cirebon Brewers Championship dan Cirebon Latte Art Championship yang digelar Cirebon Coffee Event tersebut diharapkan dapat menjadi wadah bagi para barista mengasak skillnya.

Baca Juga: Kemendikbud-Ristek Terbitkan Surat edaran, Ini 7 Poin Isinya

Perwakilan dari Cirebon Coffe Event yang juga Sekretaris Panitia Pelaksana, Noris Nur Iswahyudi mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan kedua yang digelar CCE. Sebelumnya menurut Noris, kegiatan serupa juga digelar 2019 lalu.

Noris mengaku bersyukur karena dari dua kali penyelenggaraan kegiatan tersebut terlihat bagaimana antusiasme peserta yang begitu tinggi untuk dapat mengikuti.

Bahkan peserta yang datang tidak hanya dari wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon saja, tetapi juga Banten dan Bali serta daerah lainnya.

Baca Juga: Bantu Korban Erupsi Semeru, Kemenag Serahkan Bantuan Rp1 Miliar dari Hasil Pengumpulan Bantuan ASN

Noris menambahkan, kegiatan Cirebon Brewers Championship dan Cirebon Latte Art Championship tersebut diharapkan dapat menjadi wadah bagi barista di Indonesia, khususnya Cirebon mengasah kemampuan mereka.

"Kami berharap kegiatan ini menjadi wadah bagi para barista untuk mengasah skill-nya. Apalagi, barista memerlukan skil dalam pekerjaannya. Jadi kita berikan ajang ini sebagai pengasahan mereka," ungkap Noris dalam keterangan tertulis yang diterima inilahkoran.id, Kamis 16 Agustus 2021.

Lebih lanjut Noris menambahkan, kompetisi tersebut juga melibatkan juri tingkat nasional dan dunia. Dengan total peserta 58 peserta yang tersebar dari Banten sampai Jawa Timur, serta Sumatera Selatan dan Bali.

Baca Juga: Usai Dikremasi 4 Jam, Abu Jenazah Laura Anna Akan Disimpan 40 Hari

"Ada 37 peserta CBrC dan 21 peserta untuk CLAC. Para peserta tersebut juga memiliki skil yang luar biasa sekali," imbuh Noris.

Terkait penjurian, menurut Noris, panitia juga menggunakan sistem open service. "Jadi, ketika menyeduh harus memberikan presentasi kepada juri. Dengan menampilkan beans apa, metode sepereti apa, dan rasa yang dikeluarkan seperti apa. Itu harus sesuai dengan yang dikatakan juri. Itu menjadi tantangan bagi peserta," tandasnya.

"Persiapan yang dilakukan para peserta juga dapat dikatakan sangatlah menantang. Pasalnya, mereka ada yang sampai dua bulan melakukan riset, bahkan ada juga yang satu hari dapat menyeduh hingga 15 kali," tambah Noris

Baca Juga: Varian Omicron Masuk Jakarta, Perbanyak Dzikrullah, Keajaibannya Luar Biasa Terhadap Imunitas Tubuh

Sementara terkait format kompetisi, lanjut Noris pihaknya menduplikasi Speciality Coffee of Indonesia. Sehingga, ketika peserta kelak mengikuti kegiatan serupa di tingkat nasional, maka para peserta sudah dapat menerapkannya.

Dalam keterangannya, Noris juga menyampaikan sejumlah nama-nama pemenang seperti Lutfi Sri Utami, peserta asal Bandung yang berhasil menjadi pemenang dalam kompetisi Cirebon Latte Art Championship (CLAC).

Kemudian disusul Okeu Rachmawati yang asal Bandung sebagai peringkat 2 dan Rizalmi Meidatama asal Semarang pada peringkat 3.

Baca Juga: Medio Tahun Depan, Vaksin BUMN Bio Farma Tambah Pasokan Vaksin Covid-19

Sementara untuk kategori Cirebon Brewers Championship (CBrC) masing-masing dimenangkan, M Akbar Khadafi asal Bali pada peringkat 1, Anggarjito Reka asal Semarang pada peringkat 2 dan Irma Purnama asal Bandung pada peringkat 3.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon, mengungkapkan kegiatan yang dilakukan CCE itu merupakan kegiatan yang sangat positif.

Menurutnya, Disbudpar Kota Cirebon akan terus mendukung penuh pelaksanaan kegiatan seperti ini dalam tahun selanjutnya.

Baca Juga: Ini 5 Fakta Unik dan Menarik Terkait Hubungan Bruno Matos dan Persib Bandung

"Komunitas mengundang teman-temannya di Indonesia. Kegiatan ini sangat ketat sekali hasil seleksi yang didapatkan. Jurinya juga tingkat nasional. Ini sangat positif yang dapat membangun semangat pemuda-pemudi melalui event ini. Nanti tahun depan akan kita laksanakan lebih meriah lagi," pungkasnya.***


Editor : inilahkoran