Medio Tahun Depan, Vaksin BUMN Bio Farma Tambah Pasokan Vaksin Covid-19

Indonesia akan segera memulai pembuatan vaksin BUMN secara mandiri. Produksi itu dibuat Induk Holding BUMN Farmasi Bio Farma.

Medio Tahun Depan, Vaksin BUMN Bio Farma Tambah Pasokan Vaksin Covid-19
Indonesia akan segera memulai pembuatan vaksin BUMN secara mandiri. Produksi itu dibuat Induk Holding BUMN Farmasi Bio Farma.

INILAHKORAN, Bandung - Indonesia akan segera memulai pembuatan vaksin BUMN secara mandiri. Produksi itu dibuat Induk Holding BUMN Farmasi Bio Farma.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, setiap vaksin jenis baru untuk penyakit baru itu harus melalui tahapan ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Hal utama yang dikedepankan yakni unsur keamanan, khasiat atau efikasi, dan mutu dari vaksin.

“Baik vaksin BUMN untuk primer maupun untuk dosis booster, apabila data hasil uji klinik mendukung diharapkan akan mendapatkan izin penggunaan darurat pada Juli 2022,” kata Honesti, Rabu 15 Desember 2021.

Baca Juga: Foto: Capaian Distribusi Vaksin Covid-19 oleh Bio Farma Tahun 2021

Untuk keperluan produksi vaksin BUMN tersebut, Bio Farma sudah mempersiapkan tiga fasilitas produksi yang terletak di Bio Farma Bandung.

“Pada 2022 nanti, kami akan mempersiapkan sebanyak 100 juta dosis. Jumlah ini akan meningkat pada 2023 sebanyak 120 juta dosis dan pada 2024 kami akan mempersiapkan 200 juta dosis per tahun,” ujarnya.
Dia menambahkan, jumlah ini belum termasuk vaksin Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun yang baru saja dicanangkan mulainya program vaksin nasional.

Menurutnya, secara umum dalam kondisi normal satu jenis vaksin bisa dikembangkan dalam waktu yang cukup lama, biasanya lebih dari 10 tahun. Namun, dalam kondisi darurat penelitian vaksin Covid-19 bisa dilakukan akselerasi.

Baca Juga: Jadi Bagian Prioritas, Ratusan Penyandang Disabilitas dan Lansia di Dua Kecamatan Ini Disuntik Vaksin

“Meski demikian, hal itu dilakukan dengan tetap memperhatikan standar keamanan, khasiat, atau efikasi, dan mutu yang dikeluarkan BPOM seperti halnya vaksin Covid-19 yang saat ini sudah beredar merupakan hasil akselerasi, mengingat mudahnya wabah ini menyebar,” jelasnya.

Penelitian vaksin Covid-19 yang merupakan hasil kolaborasi global Bio Farma bersama Baylor College of Medicine AS sudah terdaftar di tahap pengembangan kandidat vaksin WHO Covid-19 sejak Juni 2021. Vaksin BUMN ini merupakan buatan Indonesia dan akan menggunakan metode subunit protein rekombinan.

Pembuatan vaksin BUMN ini bertujuan untuk mendukung kemandirian Indonesia dalam memproduksi vaksin Covid-19. Lantaran, Indonesia membutuhkan vaksin Covid-19 yang jumlah cukup besar. Setidaknya, untuk 208 juta penduduk yang bisa divaksin. Jumlah ini belum termasuk vaksin Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun.

Baca Juga: PT Trakindo Utama Sediakan 6.000 Vaksin untuk Percepatan Vaksinasi di Makassar dan Sorong

Vaksin BUMN, kata dia, akan diskenariokan menjadi vaksin dengan adjuvan alum untuk indikasi booster atau sebagai vaksin primer pada formula dengan novel adjuvan. Namun, sebelum diberikan kepada masyarakat keduanya tetap harus menjalankan serangkaian uji yaitu uji praklinik dan uji klinis fase 1, 2, dan 3 sebagai vaksin primer.

“Rangkaian ini sudah mulai dilaksanakan pada 10 November 2021 dan akan berakhir pada Februari 2022 mendatang. Apabila hasil uji prakliniknya baik, pada Februari 2022 akan dimulai uji klinis tahap fase 1, kemudian dilanjutkan dengan uji klinis 2 dan 3 pada pada dewasa dan lansia di akhir Maret 2022, dengan jumlah subjek sebanyak 4.250 orang,” ujarnya. (Doni Ramdhani)


Editor : inilahkoran