Kondisi Macan Tutul Evakuasi dari Hotel di Bandung, Sudah Bisa Berdiri dan Bergerak di Kandang

Kondisi macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) yang sebelumnya dievakuasi dari salah satu hotel di Kota Bandung kini menunjukkan perkembangan positif. 

Kondisi Macan Tutul Evakuasi dari Hotel di Bandung, Sudah Bisa Berdiri dan Bergerak di Kandang
Kondisi Macan Tutul Evakuasi dari Hotel di Bandung

INILAHKORAN - Kondisi macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) yang sebelumnya dievakuasi dari salah satu hotel di Kota Bandung kini menunjukkan perkembangan positif. 

Hewan langka yang sempat dievakuasi oleh tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat itu mulai memperlihatkan tanda-tanda pemulihan setelah menjalani perawatan intensif.

Dalam pembaruan resmi yang disampaikan BBKSDA Jawa Barat melalui akun media sosialnya, Rabu (8/10), disebutkan bahwa macan tutul mulai memperlihatkan gerakan aktif di malam hari hingga dini hari selama masa observasi kesehatan.

“Pada malam hari terpantau pergerakan baru berupa upaya mencoba bergerak dan berjalan, namun belum sempurna dan kembali ke posisi tidur,” tulis BBKSDA Jabar dalam keterangan resminya.

Lebih lanjut, petugas pemantau mencatat bahwa sekitar pukul 02.00 WIB, kondisi macan tutul semakin membaik. Satwa dilindungi itu sudah mampu bangun, berdiri, menggigit kayu dalam kandang, serta berusaha mencari celah keluar.

“Dari hasil pemantauan tersebut, terlihat perkembangan kesehatan dan pergerakan yang lebih baik dibanding sebelumnya. Setelah itu, macan tutul kembali tidur,” jelas pihak BBKSDA.

Perkembangan ini menjadi sinyal positif setelah sebelumnya macan tutul tersebut dievakuasi dalam kondisi lemah dan stres akibat ditemukan berada di lingkungan hotel. 

BBKSDA Jabar memastikan proses pemulihan dilakukan secara terkendali dan berfokus pada aspek kesehatan, perilaku alami, serta pengawasan intensif untuk memastikan satwa dapat pulih sepenuhnya sebelum dikembalikan ke habitat alaminya.

Hingga saat ini, BBKSDA Jabar masih melakukan observasi lanjutan untuk menilai tingkat kesiapan macan tutul tersebut dalam menjalani tahap rehabilitasi lanjutan.


Editor : Firda Rachmawati