Konflik Iran-Israel Kian Memanas, Disnaker KBB Khawatirkan 21 PMI di Timur Tengah

Disnaker KBB mulai khawatir konflik di Timur Tengah antara Iran-Israel akan membahayakan para PMI yang bekerja di sana

Konflik Iran-Israel Kian Memanas, Disnaker KBB Khawatirkan 21 PMI di Timur Tengah
Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, Penempatan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (P3TKT) Disnaker KBB, Dewi Andani

INILAHKORAN.ID – Ketegangan geopolitik akibat konflik antara Iran dan Israel yang mendapat dukungan Amerika Serikat memicu kekhawatiran akan perluasan perang di Timur Tengah.

Tak cuma itu, kondisi ini juga menuai kekhawatiran terhadap keselamatan ribuan pekerja migran Indonesia (PMI), termasuk yang berasal dari Kabupaten Bandung Barat (KBB).
 
Meskipun kawasan Timur Tengah masih jadi tujuan utama pencari kerja dari daerah tersebut, data resmi menunjukkan tren penurunan jumlah PMI yang ditempatkan secara formal. 

Berdasarkan catatan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) KBB, pada 2024 tercatat 99 PMI bekerja di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Yordania. 

Angka ini turun menjadi 90 orang pada 2025 dengan negara tujuan yang sama, sementara hingga awal Maret 2026 tercatat 21 PMI baru yang ditempatkan di tiga negara teluk tersebut.
 
"Semua PMI yang tercatat di dinas bekerja di sektor formal dengan proses pemberangkatan yang sesuai prosedur. Tidak ada satu pun yang ditempatkan di Iran," jelas Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, Penempatan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (P3TKT) Disnaker KBB, Dewi Andani, saat dikonfirmasi, Selasa 3 Maret 2026.
 
Kendati demikian, Dewi mengingatkan, data resmi belum mencakup PMI yang berangkat secara tidak prosedural melalui jalur calo. 

Menurutnya, jumlah PMI informal diperkirakan jauh lebih besar dan berpotensi lebih rentan menghadapi risiko.
 
"Itu seperti fenomena gunung es, di mana bagian besarnya tersembunyi dan baru terlihat ketika muncul masalah," ujarnya.
 
Sampai saat ini, Dewi mengakui, Disnaker KBB belum menerima laporan terkait kendala atau ancaman yang dialami PMI asal daerah tersebut akibat situasi yang memanas. 

Meski begitu, pihaknya bakal segera melakukan koordinasi dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) untuk memastikan perlindungan dan pemantauan yang optimal.
 
"Insyaallah hari ini kami bertemu dengan pihak KP2MI untuk membahas situasi terkini di Timur Tengah dan langkah-langkah perlindungan bagi PMI asal KBB," tandasnya. ***


Editor : Ahmad Sayuti