Koordinator Cosplayer Diminta Jaga Kedisiplinan Anggota di Kota Bandung

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa menyatakan, pentingnya peran koordinator komunitas cosplayer .

Koordinator Cosplayer Diminta Jaga Kedisiplinan Anggota di Kota Bandung
istimewa

INILAHKORAN.ID - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa menyatakan, pentingnya peran koordinator komunitas Cosplayer dalam menjaga citra kota.

Menurutnya, kedisiplinan internal menjadi kunci agar aktivitas di kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung tetap kondusif dan tidak menimbulkan keresahan.

“Peran koordinator sangat penting. Mereka harus terus mengingatkan anggotanya, bukan hanya sekali dua kali. Tapi berulang-ulang. Ini menyangkut reputasi Kota Bandung di mata wisatawan,” kata Adi, Junjunan Mustafa, Kamis 19 Maret 2026.

Diharapkan dia, komitmen yang telah ditandatangani tiga komunitas Cosplayer pada 10 Maret 2026 bukan sekadar formalitas. Kesepakatan itu, menjadi amanah yang harus dijaga bersama agar keberadaan Cosplayer tetap menjadi daya tarik wisata.

“Kalau tidak dijaga, yang dirugikan bukan hanya masyarakat. Tetapi juga para Cosplayer sendiri, karena mereka bisa kehilangan ruang berekspresi,” ucapnya.

Sambung Adi, Disbudpar bersama Satpol PP akan terus melakukan pengawasan di lapangan. Namun, pihaknya menekankan pengawasan internal dari komunitas lebih menentukan.

Dia berharap, koordinator mampu memastikan setiap anggota mematuhi aturan yang telah disepakati. Termasuk jumlah maksimal 15 orang per komunitas, dan kehadiran penanggung jawab jika koordinator berhalangan.  

“Kami tekankan agar pengawasan internal dilakukan secara konsisten. Ini bukan hanya soal ketertiban. Tetapi juga citra Kota Bandung sebagai destinasi wisata,” ujar dia.

Pihaknya juga mengajak masyarakat ikut menjaga suasana kondusif dengan cara saling mengingatkan secara baik. Menjelang libur Lebaran, diharapkan aktivitas Cosplayer dapat berjalan lancar dan menjadi hiburan yang menyenangkan bagi wisatawan.  

“Mereka bisa berekspresi sekaligus mencari rezeki dari kreativitas kostum yang ditampilkan. Tapi yang utama, tetap komitmen menjaga aturan,” tandasnya.***


Editor : JakaPermana