Korban Kecelakaan di Majalengka Satu Keluarga, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp150 Juta

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi memberikan santunan Rp150 juta bagi keluarga di Karawang yang kecelakaan di Majalengka

Korban Kecelakaan di Majalengka Satu Keluarga, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp150 Juta
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi memberikan santunan Rp150 juta bagi keluarga pemudik asal Karawang yang kecelakaan di Majalengka.

INILAHKORAN.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan dukacita mendalam atas kecelakaan maut yang menewaskan enam orang di Jalan Raya Panjalu-Cikijing, Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka, Senin malam, 23 Maret 2026.

Peristiwa tragis itu melibatkan kendaraan Isuzu Elf Microbus bernomor polisi Z-7012-CN yang mengangkut 20 penumpang. Kendaraan tersebut dilaporkan terjun ke jurang saat melintas di jalur tersebut.

Korban meninggal dunia terdiri dari pengemudi, Hasyim Adnan (47), warga Kabupaten Karawang, serta dua penumpang anak-anak, Ali (5) dan Nanda (1,5), yang juga berasal dari Rengasdengklok, Karawang.

Sementara tiga korban lainnya, yakni Mala (35), Karwati (65), dan Desi (42), sempat dirujuk ke RSUD Talaga sebelum akhirnya tercatat meninggal dunia di RSUD Cideres. Ketiganya diketahui merupakan warga Karawang.

“Saya mengucapkan duka yang mendalam atas meninggalnya enam orang warga Rengasdengklok, Kabupaten Karawang yang terdiri dari satu orang sopir dan satu keluarga berisi lima orang dalam kecelakaan di Majalengka. Elf travelnya masuk jurang setelah perjalanan dari Ciamis dan Pangandaran,” ujar Dedi, dikutip dari akun media sosialnya, Rabu, 25 Maret 2026.

Ia juga mendoakan agar seluruh korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Kita sampaikan doa, semoga almarhum dan almarhumah diterima iman Islamnya, diampuni segala dosanya dan mendapat tempat di sisi Allah SWT,” ucapnya.

Sebagai bentuk empati, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan santunan sebesar Rp150 juta bagi keluarga korban meninggal dunia.

keluarga yang ditinggalkan ditabahkan dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan Rp150 juta sebagai bentuk rasa empati dan kemudian menjadi bekal bagi keluarga yang ditinggalkan,” katanya.

Dedi menambahkan, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga korban, mulai dari proses pemakaman hingga keberlangsungan hidup keluarga yang ditinggalkan.

“Seorang sopir yang meninggal, meninggalkan keluarga dan keluarganya pasti memikirkan banyak hal. Dari mulai bagaimana penguburan, bagaimana tahlilan dan bagaimana kehidupan anak-anaknya. Ini hal penting yang menjadi catatan saya, setiap warga mengalami musibah,” tuturnya. 


Editor : Ahmad Sayuti