Korban Selamat Ungkap Detik-Detik KMP Tunu Terbalik: Saya Melompat, Banyak yang Tak Sempat
Salah seorang korban selamat mengungkapkan detik-detik tenggelamnya KMP Tunu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Detik-detik tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali terekam jelas dalam ingatan beberapa penumpang yang berhasil selamat.
Mereka menggambarkan betapa cepat dan mencekamnya kapal tenggelam hanya dalam hitungan menit setelah mulai oleng.
Bejo Santoso, salah satu penumpang asal Kecamatan Cluring, Banyuwangi, mengatakan kapal mulai miring hebat dan dalam waktu sekitar tiga menit kemudian langsung terbalik. Beruntung, Bejo yang saat itu berada di sisi luar kapal, masih sempat meraih jaket pelampung dan melompat ke laut.
“Saya langsung lompat. Banyak penumpang lain juga ikut melompat. Yang di dalam ruang saya pesimis bisa keluar, karena kapal langsung tenggelam cepat sekali,” ujarnya dikutip dari Antara, Jumat 4 Juli 2025.
Bejo terombang-ambing di laut selama hampir enam jam sebelum akhirnya ditemukan dan diselamatkan oleh nelayan. Selama mengapung, ia bahkan membantu membawa jenazah salah satu penumpang lain dengan mengikat tubuh korban ke pelampung ban yang ia temukan.
Kesaksian serupa juga disampaikan Imron, warga Banyuwangi lainnya yang selamat. Ia mengatakan kapal mengalami tiga kali guncangan miring hebat sebelum akhirnya air laut mulai masuk ke ruang penumpang.
“Saya terdorong ke atas oleh air, lalu menemukan celah dan keluar. Di laut, saya temukan jaket pelampung yang terbawa arus. Itu yang menyelamatkan saya,” ungkapnya.
Kisah selamat juga datang dari Saiful Munir. Ia mengatakan tak tahu dari mana asal jaket pelampung yang ia temukan saat terapung, namun langsung memakainya dan berhasil bertahan hingga dijemput oleh nelayan di perairan Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya, Bali.
Tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya yang terjadi Rabu malam (2/7) masih menyisakan duka mendalam. Dari 53 penumpang dan 12 kru, sejauh ini 29 orang dinyatakan selamat, 6 ditemukan meninggal, dan puluhan lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Editor : Firda Rachmawati


