Kota Bogor Segera Luncurkan Ngabaso Pekan Depan
Pemerintah Kota Bogor segera meluncurkan program Ngabring Bareng Ka Sakola (Ngabaso) pada 18 Juni 2019 mendatang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor - Pemerintah Kota Bogor segera meluncurkan program Ngabring Bareng Ka Sakola (Ngabaso) pada 18 Juni 2019 mendatang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip menuturkan Ngabaso memiliki banyak dimensi yang bisa diambil diantaranya tentang pendidikan dan kesehatan.
"Ini sangat relevan dengan misi dan visi Kota Bogor. Melalui Ngabaso kami ingin mengubah dimensi lainnya, yakni memastikan kondisi sekolah dalam kondisi sehat mulai dari lingkungan hingga siswa dan para tenaga pendidik. Sehingga mampu memotivasi sekolah agar menjadi lebih bersih dan sehat, baik personal maupun tempatnya, yang kedepannya mendorong timbulnya rasa memiliki dan lebih peduli terhadap sekolahnya," ungkap Ade pada Jum'at (14/6/2019).
Ade menjelaskan, melalui program Ngabaso para siswa maupun para tenaga pendidik diajak untuk biasa bergerak sebelum mulai kegiatan belajar mengajar agar sehat. Jika anak segar fisik dan pikirannya, akan meningkatkan konsentrasi dalam belajar.
"Rencananya program Ngabaso diluncurkan di SD Negeri Sukasari yang sekaligus akan menjadi sekolah pertama yang menerapkannya," jelasnya.
Untuk lebih mendukung program Ngabaso, Ade mengharapkan semua pihak mendukung dan membantu mensosialisasikannya. Bagi perangkat daerah, Ade menekankan untuk mampu menjalankan tupoksinya masing-masing secara maksimal.
"Pastikan launching nanti bukan sekedar seremonial maupun untuk penilaian saja. Namun bagaimana caranya agar muncul pemahaman secara utuh tentang program Ngabaso bagi semua, baik siswa, pendidik maupun yang lainnya," terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor Kota Bogor Fahrudin, menilai program Ngabaso itu sangat luar biasa. Apresiasi disampaikan bagi SD Sukasari yang menurutnya bisa berlari secepat ini, membangun dan menumbuhkan budaya hidup bersih dan sehat.
"Kedepan diperlukan sentuhan untuk memecahkan persoalan yang dihadapi sekolah-sekolah di Kota Bogor. Baik dari pemerintah kota, provinsi dan pusat. Kolaborasi sinergi dan percepatan kita kedepankan melalui program sekolah kinclong, pendidikan kolaboratif semua pihak berdampak pada perubahan para siswa sehingga membentuk karakter yang baik," ungkapnya.
Sementara itu Kepala DPMPPA Kota Bogor, Artiana Yanar Anggraini, berharap agar semua perangkat daerah lainnya mampu menjalankan tugasnya dengan baik guna mendukung program Ngabaso di Kota Bogor. Program Ngabaso merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diluncurkan pertama kali oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di hotel Mason Pine Padalarang (22/11).
"Melalui Ngabaso para pelajar, mulai SD hingga SMA sangat dianjurkan untuk berjalan kaki. Minimal 50 sampai 100 meter sebelum tiba di gerbang sekolah, untuk membiasakan anak berjalan kaki agar lebih sehat, disamping itu juga untuk meningkatkan interaksi sosial antar teman sekolah, menjaga toleransi dan kekompakan," pungkasnya. (Rizky Mauludi)
Editor : JakaPermana

