KPwBI Jabar Dorong Pembentukan Holding Pesantren

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jabar Herawanto mendorong pembentukan holding pesantren di Jabar. Dia mengatakan, upaya itu guna mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren sebagai basis arus baru ekonomi Indonesia. 

KPwBI Jabar Dorong Pembentukan Holding Pesantren
istimewa

INILAH, Bandung - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jabar Herawanto mendorong pembentukan holding pesantren di Jabar. Dia mengatakan, upaya itu guna mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren sebagai basis arus baru ekonomi Indonesia. 

Untuk itu, akhir pekan lalu Herawanto mengadakan pertemuan dengan Kepala Pondok Pesantren Al Ittifaq Ciwidey KH Fuad Affandi. 

Menurutnya, pembentukan holding pesantren ini bertujuan untuk mendudukkan pesantren sebagai lembaga pendidikan yang mandiri dan mendorong aktivitas unit usaha pesantren dalam skala yang lebih luas. Hal tersebut pun sejalan dengan strategi pembangunan Pemprov Jabar untuk mendorong kemandirian pesantren melalui program One Pesantren One Product (OPOP).

"Potensi untuk itu relatif besar. Di Jabar ini terdapat sekitar 1.074 pondok pesantren," kata Herawanto, Minggu (1/3/2020).

Secara teori, dia menyebutkan tujuan dari holding pesantren itu relatif banyak. Antara lain, mendorong integrasi bisnis antarpesantren dan antarwilayah, mendorong peningkatan kapasitas ekonomi pesantren, mendorong variasi sumber pendanaan pesantren sebagai lembaga pendidikan agar tidak hanya menggantungkan kepada dana internal, mendorong terbentuknya pasar bersama dengan melalui pemanfaatan potensi antar pesantren terutama dalam rangka memenuhi kebutuhan sendiri dan peningkatan perdagangan antarpesantren, sera mendorong peningkatan akses ke lembaga keuangan syariah baik komersial maupun sosial dan utilisasi dana zakat, infaq, shadaqah, wakaf (Ziswaf). 

Herawanto menuturkan, holding ekonomi pesantren di Jabar itu diharapkan dapat memberikan kontribusi luas terkait inklusi keuangan. Ujungnya, hal tersebut bisa menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru.

"KPwBI Jabar sebagai akselerator di daerah perlu memastikan potensi pengembangan unit usaha sesuai dengan sektor yang potensial untuk dikembangkan. Salah satu potensi Jabar yang bisa dikembangkan yakni sektor pertanian/agrobisnis. Potensi permintaan pasar atas kualitas produk pertanian yang tinggi saat ini tidak hanya datang dari wilayah Jawa Barat dan sekitarnya, namun juga dari luar negeri," tuturnya.

Pembentukan holding pesantren ini merupakan salah satu implementasi dari program pengembangan kemandirian ekonomi pesantren yang telah diimplementasikan Bank Indonesia (BI) kepada lebih dari 300 pesantren secara nasional sejak 2017.

Ke depan, tantangan dan peluang dalam pembentukan holding pesantren terutama terkait sertifikasi produk halal, digitalisasi, kolaborasi organisasi, dan produk unggulan dari holding pesantren.

Sebagai informasi, Ponpes Al Ittifaq merupakan salah satu ponpes pionir di Jabar yang berfokus pada pengembangan sektor pertanian. Diharapkan, pesantren yang berada di Ciwidey itu menjadi penggerak pondok pesantren lainnya yang memiliki potensi yang sama untuk mendukung pembentukan produk pertanian unggulan pada holding pesantren Jabar.


Editor : Doni Ramdhani