Tak Kunjung Beroperasi, Bangunan Klinik Kesehatan Jiwa Ini Dikhawatirkan Jadi Tempat Mesum

Kendati pembangunannya rampung sejak dua tahun lalu, bangunan klinik kesehatan jiwa di Desa Cimurah Kecamatan Karangpawitan hingga kini tak kunjung dioperasikan.

Tak Kunjung Beroperasi, Bangunan Klinik Kesehatan Jiwa Ini Dikhawatirkan Jadi Tempat Mesum
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Kendati pembangunannya rampung sejak dua tahun lalu, bangunan klinik kesehatan jiwa di Desa Cimurah Kecamatan Karangpawitan hingga kini tak kunjung dioperasikan.

Alih-alih mulai menangani pasien orang dengan gangguan jiwa, di Klinik Atma itu selain tak ada aktivitas pelayanan, kondisi bangunan dan halamannya kini bahkan terkesan terlantar. Rerumputan liar, ilalang, dan tanaman perdu tampak subur menghiasi setiap sudut halaman.

Tak urung kondisi tersebut membuat sejumlah warga merasa tak nyaman, terutama pada malam hari. Sebagian warga menilai keberadaan gedung klinik kesehatan jiwa itu bak gedung berhantu yang menambah suasana sekitar menjadi sunyi mencekam.

Padahal, bangunan Klinik Atma dengan struktur bangunan didesain khusus tersebut diharapkan mulai beroperasi penuh pada awal atau pertengahan 2019. Proses pembangunan fisiknya tuntas pada 20 Desember 2018. Tak kurang dari Rp3,534 miliar dana APBD 2018 dari pajak rokok digelontorkan untuk pembangunan klinik kesehatan jiwa dengan luas bangunan sekitar 400 m2 di atas lahan dengan pengembangan direncanakan seluas 2.000 m2 itu. Total anggaran pembangunan tersebut termasuk untuk pengadaan alat kesehatan senilai Rp900 juta dan meubelair Rp634 juta.

Dari informasi yang beredar, klinik jiwa kesehatan yang dirancang memiliki minimal sepuluh tempat tidur rawat inap, dan sarana penunjang lainnya, termasuk ketersediaan sarana klinik rawat jalan itu belum dapat dioperasikan karena masih terganjal belum terbitnya izin operasional.

"Yang lebih kami khawatirkan, kalau gedung ini dibiarkan terus seperti sekarang, bakal jadi tempat berbuat mesum, atau hal-hal lain yang terlarang. Beberapa kali suka terlihat kalangan remaja berpasangan mendatangi gedung ini, entah untuk apa," kata Udan (40) warga setempat, Sabtu (1/3/2020).

Dia menyebutkan, gedung klinik kesehatan jiwa itu sendiri selama ini hanya dijaga dua petugas Satpam. Itu pun hanya siang hari pada Senin-Jumat.

Hingga berita ditulis, belum ada keterangan dari pihak terkait mengenai penyebab belum beropasinya klinik kesehatan jiwa tersebut. Sekretaris Dinas Kesehatan Garut Janna M Yajariawati pun tak memberikan tanggapan ketika ditanya persoalan tersebut melalui ponselnya. (Zainulmukhtar)


Editor : Doni Ramdhani