INILAH, Bandung – Gunung Krakatau yang berada ditengah laut Selat Sunda pada 27 Agustus 1883 lalu meletus. Menurut berbagai sumber, daya ledak letusan mencapai ribuan mil yang disusul dengan gempa dan tsunami yang menewaskan 36 ribu jiwa.
Meletusnya Gunung Krakatau yang disusul Tsunami pada 26 Agustus 1883 ini bencana terbesar sepanjang sejarah. Bencana tersebut mengakibatkan hancurnya ratusan kota dan desa hanya dalam waktu kurang dari 48 jam.
Menurut catatan Wikipedia, dahsyatnya peristiwa tersebut diproduksi dalam film dokumenter-drama yang dipublikasikan oleh BBC One pada tahun 2016 lalu. Krakatoa: The Last Days disutradarai oleh Sam Miller, cerita film tersebut berdasarkan catatan saksi mata pada letusan Krakatau pada tahun 1883.
Film dokumenter ini mengisahkan salah satu bencana alam yang amat membinasakan untuk manusia. Letusan ini adalah yang terkuat dalam sejarah (setelah Tambora hanya 68 tahun sebelum itu), meletus lebih dari 18 kilometer padu tefrit lebih kurang daripada 48 jam, dan membunuh 36,500 jiwa.
Separuh jalan cerita, yang utama Rogier Diederik Marius Verbeek (diperankan oleh oleh Kevin McMonagle), seorang geolog Belanda yang telah mengkaji kawasan itu dua tahun sebelumnya dan meletakkan dasar bagi vulkanologi modern dengan pengkajiannya setelah letusan, menambahkan sentuhan sains dan peta yang berguna untuk CGI yang secara menyakinkan menggambarkan awan, keruntuhan gunung, aliran piroklastik dan ombak tsunami.
Kisahnya menjadi kompleks dengan tokoh para pegawai Kerajaan Belanda yang sibuk mengelola koloni demi mencari keuntungan dan mengacuhkan pertanda bencana. Kemudian pribumi yang diasingkan rakyatnya karena menjadi pegawai yang setia membantu pemerintahan Belanda.
Inilah film dokumenter letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883 (sumber youtube @kaliko 69)