Kucing Liar di Kota Bandung Ditandai Huruf V Usai Sterilisasi

kucing liar yang sudah disteril oleh DKPP Kota Bandung akan ditandai dengan hurup V

Kucing Liar di Kota Bandung Ditandai Huruf V Usai Sterilisasi
DKPP Kota Bandung memiliki program unggulan yakni sterilisasi kucing liar

INILAHKORAN.ID - sterilisasi kucing liar di Kota Bandung kini menjadi salah satu program unggulan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) dalam menjaga keseimbangan populasi hewan di perkotaan. 

Program sterilisasi kucing liar  tidak hanya berfokus pada pengendalian jumlah kucing liar, tetapi juga memastikan kesejahteraan hewan tetap terjaga.

“Kami memiliki standar penandaan. Kucing yang sudah disterilisasi akan diberi tanda berbentuk huruf V di telinganya. Jadi jika ada tanda tersebut, itu menandakan kucing sudah disterilisasi,” kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kota Bandung, Wilsandi Saefulloh, Sabtu (11/4/2026).

Menurutnya program tersebut bukan kegiatan tahunan, melainkan berkelanjutan. Tim lapangan secara rutin melakukan penangkapan, sterilisasi dan pelepasan kembali ke habitat asal. Dengan adanya tanda khusus di telinga, DKPP Kota Bandung dapat memantau efektivitas program secara lebih terukur.

“Sterilisasi hanya dilakukan satu kali saja. Setelah itu, kucing sudah tidak bisa berkembang biak lagi,” ucapnya.

Selain prosedur medis, perhatian besar juga diberikan pada perawatan pasca operasi. Setiap kucing yang telah disterilisasi, dirawat hingga kondisinya benar-benar pulih sebelum dilepas kembali. “Kami pastikan kondisi pasca sterilisasi benar-benar pulih dengan perawatan yang optimal,” ujar dia.

Wilsandi menambahkan, program sejalan dengan praktik internasional yang dikenal sebagai Trap Neuter Return (TNR) metode yang terbukti efektif dalam mengendalikan populasi kucing liar di berbagai kota dunia.

"Dengan penerapan berkelanjutan ini, Kota Bandung kami harapkan mampu menekan pertumbuhan populasi kucing liar. Sekaligus membangun budaya kepedulian terhadap kesejahteraan hewan di lingkungan perkotaan," tandasnya.


Editor : Ahmad Sayuti