Wali Kota Bandung Imbau Warga Tak Sembarangan Beri Makan Kucing Liar

Meski dilandasi niat baik, kebiasaan tersebut bisa berdampak negatif terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Wali Kota Bandung Imbau Warga Tak Sembarangan Beri Makan Kucing Liar
Wali Kota Bandung Imbau Warga Tak Sembarangan Beri Makan Kucing Liar

INILAHKORAN, Bandung - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengimbau, warga tidak sembarangan memberi makan kucing. Meski dilandasi niat baik, kebiasaan tersebut bisa berdampak negatif terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

"Masalahnya bukan pada kucingnya, tapi pada kebiasaan kita. Makanan yang diberikan sering tidak habis, sisa-sisanya dibiarkan, akhirnya bikin kotor," kata Farhan pada Sabtu 21 Juni 2025.

Ia menjelaskan, sisa makanan kucing yang ditinggalkan di trotoar, taman atau area publik lainnya kerap menimbulkan sampah dan bau tidak sedap. Pihaknya menyebut, hal ini dapat mengganggu kenyamanan warga dan merusak estetika kota.

“Kalau makanan sisa berserakan, itu bukan hanya mengundang kucing. Tapi juga tikus dan serangga. Ini jadi masalah baru,” ucapnya.

Tak hanya soal kebersihan, Farhan juga menyoroti dampak jangka panjang dari memberi makan kucing liar secara rutin. Menurutnya, hal ini berpotensi meningkatkan populasi kucing liar yang tidak terkendali.

"Kalau populasinya tak terkendali, yang repot juga warga sendiri. Maka dari itu, saya imbau warga yang benar-benar sayang kucing untuk pelihara di rumah," ujar dia.

Ia pun mengingatkan, kucing liar bisa menjadi pembawa penyakit berbahaya seperti rabies, toksoplasma dan infeksi lainnya. Pihaknya menyarankan, warga untuk berhati-hati dan tidak berinteraksi terlalu dekat tanpa mengetahui kondisi kesehatan hewan tersebut.

“Kita nggak pernah tahu kondisi kesehatan kucing liar di jalan. Jadi harus hati-hati,” jelasnya.

Sebagai solusi, Farhan mendorong warga yang peduli terhadap hewan untuk memelihara kucing di rumah serta memeriksakannya ke dokter hewan atau dinas terkait agar tetap sehat dan aman.

“Saran saya, kalau memang sayang sama kucing, ya pelihara di rumah. Periksakan ke dinas agar sehat dan aman,” tandas dia. *


Editor : Firda Rachmawati