Farhan Sebut Anggaran Skatepark Taman Teuku Umar Bandung Siap, Tunggu Kesepakatan

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut anggaran dan pelaksana pembangunan skatepark Taman Teuku Umar telah siap. Pembangunan menunggu kesepakatan warga dan

Farhan Sebut Anggaran Skatepark Taman Teuku Umar Bandung Siap, Tunggu Kesepakatan
Farhan menunggu kesepakatan warga, dan komunitas sebelum pembangunan skatepark di Taman Teuku Umar dilaksanakan.

INILAHKORAN.ID – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan anggaran dan pelaksana pembangunan skatepark di Taman Teuku Umar telah disiapkan. Namun, pembangunan fasilitas olahraga untuk komunitas skateboard dan BMX tersebut masih menunggu kesepakatan antara warga dan komunitas yang memiliki perbedaan pandangan.

Farhan menjelaskan, rencana pembangunan skatepark berawal dari gagasan untuk memenuhi kebutuhan fasilitas latihan bagi atlet skateboard dan BMX di Kota Bandung. Kedua cabang olahraga tersebut telah menorehkan prestasi di tingkat nasional, tetapi belum memiliki fasilitas latihan yang memadai.

“Sekarang ada penolakan, silakan komunitas berdiskusi. Kami sudah menyiapkan anggaran dan pelaksana. Tinggal warga dan komunitas berdialog. Jangan sampai mereka diadu,” kata Farhan, Kamis (28/10/2026).

Menurut Farhan, dialog menjadi langkah penting untuk menyelesaikan perbedaan pandangan agar tidak berkembang menjadi konflik antarkelompok. Sejumlah pihak telah menyampaikan masukan terkait rencana tersebut, mulai dari komunitas Viking, skateboard, BMX, hingga warga RW 09 dan RW 10 Kelurahan Lebakgede.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Bandung dapat segera melaksanakan pembangunan skatepark apabila dialog menghasilkan kesepakatan bersama. Farhan berharap seluruh pihak mengutamakan kepentingan bersama agar kebutuhan fasilitas olahraga dan aspirasi warga dapat terakomodasi.

“Kalau dialog mencapai kesepakatan, pemerintah kota akan langsung melaksanakan pembangunan. Yang paling penting, semua mendukung bersama-sama,” ujarnya.

Farhan juga menepis anggapan bahwa rencana pembangunan skatepark berkaitan dengan kepentingan finansial pihak tertentu. Ia meminta persoalan tersebut tidak dipolitisasi dan menekankan pentingnya pemanfaatan ruang publik secara kolaboratif oleh berbagai komunitas.

“Kota Bandung adalah kota kolaboratif dan ruang bersama. Silakan dibicarakan,” ujar Farhan.

Selain pembangunan skatepark, Farhan menyebut penataan landasan di ujung Jalan Teuku Angkasa menjadi salah satu prioritas. Fasilitas tersebut direncanakan untuk mendukung pengolahan sampah ranting dan daun yang dikelola oleh RW 09.

Farhan menegaskan, dirinya tidak ingin berpihak kepada kelompok tertentu dalam pembahasan rencana pembangunan di kawasan Teuku Umar. Ia berharap dialog antara warga dan komunitas dapat menghasilkan keputusan yang diterima bersama, sehingga kebutuhan fasilitas olahraga dan kepentingan masyarakat tetap terakomodasi.


Editor : Ahmad Sayuti