Revitalisasi Taman Fitness Bandung Telan Rp3,1 Miliar, Rampung Desember 2026

Revitalisasi Taman Fitness atau Taman Teuku Umar Bandung menelan Rp3,1 miliar dan ditargetkan rampung Desember 2026, dengan fasilitas olahraga dan ruang publik.

Revitalisasi Taman Fitness Bandung Telan Rp3,1 Miliar, Rampung Desember 2026

INILAHKORAN.ID – revitalisasi Taman Teuku Umar atau Taman Fitness di Kota Bandung menelan anggaran Rp3,1 miliar dan ditargetkan rampung pada Desember 2026. Penataan mencakup berbagai fasilitas publik, mulai dari jogging track, plaza, tempat duduk, hingga area olahraga bagi masyarakat.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung Luthfi Firdaus mengatakan, pengerjaan revitalisasi telah dimulai sejak Senin pekan lalu. Penataan dilakukan untuk menghidupkan kembali fungsi taman yang selama bertahun-tahun dinilai kurang terawat dan minim aktivitas masyarakat.

“Anggarannya Rp3,1 miliar. Targetnya selesai pada Desember,” kata Luthfi Firdaus, Selasa (27/10/2026).

Menurut Luthfi, pembenahan taman tidak hanya berfokus pada pembangunan skate park. Area bermain skateboard hanya mencakup sekitar 30 persen dari keseluruhan kawasan. Sementara itu, bagian lainnya akan dimanfaatkan sebagai ruang aktivitas masyarakat dengan beragam fasilitas pendukung.

Fasilitas yang disiapkan meliputi jogging track, plaza, tempat duduk, serta area bermain futsal atau mini soccer. DPKP juga merencanakan perbaikan musala, toilet, dan area parkir agar masyarakat dapat memanfaatkan taman dengan lebih nyaman.

“Fasilitas yang paling dominan dalam penataan taman nanti adalah seating area atau tempat duduk. Kawasan itu dekat dengan lingkungan pendidikan, sehingga bisa dimanfaatkan warga sekitar, anak-anak dan mahasiswa,” ucapnya.

Selain menjadi tempat bersantai, plaza yang dibangun dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan bersama. Dengan luas taman sekitar 2.800 meter persegi, pembagian ruang dirancang agar kebutuhan warga tetap terakomodasi tanpa menjadikan seluruh kawasan sebagai area olahraga tertentu.

Drainase Dibenahi, Genangan Jadi Perhatian

Luthfi menjelaskan, perbaikan sistem drainase menjadi salah satu perhatian dalam revitalisasi Taman Teuku Umar. Selama ini, kawasan taman kerap mengalami genangan saat hujan turun sehingga pembenahan diperlukan agar ruang publik tersebut dapat digunakan secara optimal.

“Yang penting, persoalan genangan air bisa diperbaiki karena sekarang kalau hujan, taman itu tergenang,” ujarnya.

Ia menambahkan, Taman Fitness sudah cukup lama tidak mendapatkan perbaikan besar. Berdasarkan perkiraannya, pembenahan terakhir dilakukan sekitar 10 hingga 12 tahun lalu.

Kondisi taman yang kurang terpelihara dan minimnya aktivitas pengunjung menjadi salah satu alasan kawasan tersebut perlu ditata kembali.

Menurut Luthfi, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menginginkan adanya penambahan wahana yang mampu menarik masyarakat untuk berkunjung dan beraktivitas. Revitalisasi diharapkan dapat mengembalikan fungsi taman sebagai ruang publik sekaligus menyediakan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan warga sekitar.

Meski demikian, pembangunan direncanakan berlangsung dalam satu tahun anggaran. Luthfi mengungkapkan, anggaran yang tersedia belum mencukupi seluruh kebutuhan penataan karena mengalami rasionalisasi. Karena itu, pengerjaan dilakukan dengan menyesuaikan kemampuan anggaran yang ada.

“Ke depannya belum tahu, mungkin saja ada kelanjutan. Anggaran yang tersedia juga belum mencukupi karena kemarin terkena rasionalisasi. Jadi, kami kerjakan secukupnya dulu,” tuturnya.

DPKP Tampung Aspirasi Warga

Di tengah pengerjaan, revitalisasi Taman Teuku Umar juga memunculkan aspirasi masyarakat, terutama terkait kebutuhan lapangan sepak bola bagi anak-anak.

DPKP menampung masukan tersebut dan memastikan desain taman tetap mencakup area mini soccer, meskipun tidak seluruh kawasan difungsikan sebagai fasilitas sepak bola.

Luthfi menyebut, sosialisasi kepada masyarakat masih diperlukan agar warga memahami konsep revitalisasi secara menyeluruh. DPKP juga telah menggelar rapat bersama unsur kewilayahan, termasuk perwakilan RW dan Karang Taruna, untuk membahas aspirasi yang berkembang di lingkungan sekitar.

Dengan target penyelesaian pada Desember 2026, revitalisasi Taman Teuku Umar diharapkan menghadirkan ruang publik yang lebih tertata dan nyaman. Pembenahan fasilitas dasar, penanganan genangan, serta penyediaan ruang aktivitas menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan fungsi taman bagi masyarakat.


Editor : Ahmad Sayuti