Kultum Ramadhan Aa Gym: Penjelasan Asmaul Husna 'Al Ghoniyy' Allah yang Maha Kaya

Simak Kultum Ramadhan tentang penjelasan makna Asmaul Husna Al Ghoniyy atau Allah yang maha kaya menurut Aa Gym.

Kultum Ramadhan Aa Gym: Penjelasan Asmaul Husna 'Al Ghoniyy' Allah yang Maha Kaya
Aa Gym menjelaskan Kultum Ramadhan tentang makna Al Ghoniyy atau Allah yang maha kaya.

INILAHKORAN, Bandung- Kultum Ramadhan kali ini adalah tentang makna Asmaul Husna Al Ghoniyy atau Allah yang maha kaya menurut penjelasan Kh Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).

Penting bagi kita untuk memahami makna sesungguhnya Al Ghoniyy dan itu dijelaskan Aa Gym dalam Kultum Ramadhan singkat tapi penuh makna ini.

Berikut Kultum Ramadhan Aa Gym, penjelasan Asmaul Husna Al Ghoniyy atau Allah yang maha kaya:

Baca Juga: Kultum Ramadhan: Orang yang Tak Dapat Syafaat Rasulullah, Penjelasan Habib Ubaidillah Al Habsyi

Saudaraku, kalimat ghoniyy tertulis sebanyak duapuluh kali di dalam Al Quran. Salah satunya adalah terdapat di dalam firman Allah Swt., “..Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. At Taubah [9] : 28)

Kemudian, Allah Swt. juga berfirman, “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya.Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha mengetahui.” (QS. An Nuur [24] : 32).

Baca Juga: Sebelum Ramadhan Tiba, Ini yang Harus Dipersiapkan Umat Muslim

 Kita sering lupa bahwa Allah Maha Kaya, sehingga akhirnya kita lebih sering berharap dan memohon kepada makhluk ketimbang kepada Allah.

Padahal makhluk jikapun kaya, hanyalah kaya semu. Kekayaannya adalah pemberian Allah Swt. dan tidak ada apa-apanya dibandingkan kekayaan Allah.

Kita senang ketika punya kenalan orang kaya. Senang saat diberi kartu nama oleh orang kaya.

Senang dapat undangan dari orang kaya. Sampai-sampai berharap dapat cipratan kekayaan darinya dan kita terpedaya, lupa untuk mentafakuri bagaimana Allah Swt. memberikan karunia kepada mereka.

Baca Juga: Jumlah Pahala Jika Kamu Bersedekah Bulan Ramadhan, Ustadz Handy Bonny: Harus Dipaksakan

Bukan tidak boleh kita menghargai orang kaya. Juga bukan tidak boleh kita kagum melihat orang kaya. Yang tidak boleh adalah jika hati kita hanya terpaut kepadanya, sementara tidak kepada Allah. Padahal yang membagi rezeki adalah Allah.

Tidak mungkin seseorang mendapat harta kekayaan jikalau Allah Swt. tidak memberikannya.

Tidak mungkin seseorang mau bersikap dermawan kepada kita jikalau Allah Swt. tidak mengizinkannya.

Baca Juga: Jangan Sembarangan Puasa, Ustadz Adi Hidayat Jelaskan Adab Berpuasa Bulan Ramadhan!

Tentu saja kita boleh bergaul dengan orang kaya, boleh akrab dengan orang kaya. Tapi tidak boleh hati berharap-harap dan bergantung kepada mereka, apalagi sampai rela berbuat apa saja demi menyenangkan hati mereka supaya mereka memberi kepada kita.

Berharap dan bergantung kepada makhluk itu selain bisa mengotori hati dan mengganggu kebersihan tauhiid kita, juga bisa menjatuhkan ‘izzah atau harga diri kita.

Maka, tidak perlulah berharap-harap, tidak perlulah meminta-minta. Jikapun diberi kebaikan, maka berusahalah untuk selalu membalas kebaikan itu tanpa ia pinta.

Baca Juga: Nadran, Ini Pandangan Islam Tentang Ziarah Kubur Jelang Ramadhan, Ustadz Abdul Somad Bilang Hal Ini

Niatkan lillaahi ta’aala, karena berbuat baik kepada sesama dan membalas kebaikan orang lain, adalah bagian dari diri keimanan kita.

Banyak atau sedikit harta yang kita miliki, tak ada bedanya di hadapan Allah Swt. Yang membedakannya adalah bagaimana dengan harta itu kita bisa semakin dekat kepada-Nya.

Banyak atau sedikit hanyalah pada pandangan manusia yang semu. Harta yang banyak akan tak berarti di hadapan Allah jikalau salah menggunakannya.

Harta yang sedikit akan berarti sangat besar di hadapan Allah jikalau benar membelanjakannya.

Bagaimanapun kondisi diri kita, kaya, miskin, atau biasa saja, milikilah hati yang kaya dengan dzikrulloh.

Baca Juga: Kapan Awal Ramadhan Tahun 2022? Kemenag Gelar Sidang Isbat Jumat 2 April

Milikilah jiwa yang kaya dengan kerendahan hati dan semangat untuk membantu sesama dalam kondisi apapun. Milikilah raga yang kaya dengan karya dan amal sholeh. Inilah kekayaan yang jauh lebih berharga dibandingkan harta kekayaan sebanyak apapun.

Hanya Allah Yang Maha Kaya. Hanya di tangan Allah berada segala kekayaan yang tak terhingga.Wallohua’lam bishowab.***

 


Editor : inilahkoran