Kunjungan Presiden Prabowo Cek Karhutla di Kalbar Tuai Kritik Warganet

Kunjungan Presiden Prabowo ke Desa Limbung, Kalbar, menuai sindiran warganet. Lokasi peninjauan dinilai merupakan pemukiman warga, bukan hutan rimba.

Kunjungan Presiden Prabowo Cek Karhutla di Kalbar Tuai Kritik Warganet
Kunjungan Presiden Prabowo Cek Karhutla di Kalbar Tuai Kritik Warganet

INILAHKORAN.ID - Kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto untuk memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) mendadak menjadi sorotan hangat di media sosial.

Sejumlah warganet lokal justru memberikan kritikan pedas terkait lokasi peninjauan orang nomor satu di Indonesia tersebut.

​Isu ini mencuat usai beberapa akun warga lokal Kalbar menyuarakan pandangannya di platform Threads. Mereka menilai lokasi yang dikunjungi Presiden bersama rombongan tidak menggambarkan kondisi riil kebakaran hutan yang sebenarnya.

​Sorotan Warganet Lokal: Kebun Warga, Bukan Hutan Rimba

​Presiden Prabowo beserta jajaran menteri dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya diketahui meninjau area di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Namun, warganet yang mengaku sebagai warga lokal menyebut kawasan tersebut hanyalah area perkebunan dan permukiman warga di sekitar bandara.

​"Saya warga Kalbar bang, fyi yg ditinjau mereka itu bukan hutan. Mereka ke Arang Limbung dimana disitu tuh kebun/lahan dan pemukiman warga (lokasinya didekat Bandara). Jadi jelas gak akan kelihatan pohon-pohon besar dan titik api seperti di hutan. Mau heran tapi ya sudahlah ya kan asal Bapak senang," tulis akun @reeqaa_islamsyah.

​Kritik serupa dilontarkan oleh akun warganet lainnya yang menyoroti jarak antara lokasi kunjungan dengan titik api utama.

​"Sebagai org kalbar aku hanya ketawa ngeliat si Teddy dan si bapak gegayaan jalan tanpa masker, hellow...yg ditinjau itu lahan warga, pdhl naik mobil 20menit dr situ aja udah ada lahan yg terbakar dgn asap pekat..," timpal akun @aditia_tidi.

​Tudingan Pencitraan di Tengah Musibah

​Reaksi bernada skeptis pun bermunculan di kolom komentar. 

Tak sedikit netizen yang menilai agenda peninjauan lapangan tersebut hanyalah formalitas semata yang kurang menyentuh titik krusial penanganan bencana.


Editor : Firda Rachmawati