Kuota Pertalite Bandung Diprediksi Habis 9 Desember 2026, Pemkab Siapkan Tambahan
Kuota Pertalite Kabupaten Bandung diprediksi habis 9 Desember 2026 dan Biosolar awal Desember. Pemkab siapkan pengajuan tambahan kuota BBM subsidi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - kuota BBM subsidi di Kabupaten Bandung terancam tidak mencukupi hingga akhir 2026. Kuota pertalite diproyeksikan habis pada 9 Desember 2026, sedangkan Biosolar diperkirakan menyusul habis pada awal Desember.
Kondisi tersebut terungkap dalam audiensi Pertamina Patra Niaga bersama Bupati Bandung Dadang Supriatna di Kantor Bupati Bandung, Kamis (1/10/2026).
Dadang mengatakan, Pemkab Bandung siap mengusulkan penambahan kuota BBM subsidi melalui Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk diteruskan kepada BPH Migas. Namun, ia meminta pengajuan tersebut didasarkan pada data kebutuhan yang jelas dan terukur.
"Saya tidak mau menandatangani tanpa dasar yang jelas. Kalau angkanya tidak jelas, kita yang salah. Sampaikan ke Pertamina, dasar angka itu harus berdasarkan data mereka," tegas Dadang.
Menurutnya, penambahan kuota BBM subsidi tidak boleh dilakukan sekadar untuk memenuhi persyaratan administratif. Angka yang diajukan harus dapat dipertanggungjawabkan karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
"Tujuannya baik, tidak apa-apa. Tapi dasarnya dari mana. Kalau hanya prasyarat, jangan. Saya sekarang mulai memperketat," ujarnya.
Konsumsi Pertalite Naik akibat Migrasi Konsumen
Sales Branch Manager PJS II Fuel Bandung Pertamina Patra Niaga Zico Aldillah Syahtian mengatakan, peningkatan konsumsi BBM subsidi salah satunya dipicu perpindahan konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi.
Menurut Zico, migrasi tersebut mulai terlihat sejak Juni 2026 ketika terjadi pelebaran disparitas harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi.
"Ketika harga Pertamax naik, masyarakat bergeser ke Pertalite. Begitu pula Dex yang harganya Rp25.000 dibandingkan Biosolar Rp6.800," kata Zico.
Selain peningkatan konsumsi, Pertamina juga menemukan indikasi penyalahgunaan pembelian BBM subsidi. Sejumlah kendaraan roda empat terindikasi melakukan pembelian hingga 120 liter per hari dan BBM tersebut diduga dijual kembali.
Zico mengatakan, pola pembelian berulang tersebut terdeteksi melalui sistem digitalisasi SPBU MyPertamina.
"Kami sudah mendeteksi hal itu melalui sistem digitalisasi SPBU MyPertamina. Ratusan kendaraan yang terindikasi melakukan pembelian berulang sudah kami blokir," ujarnya.
Untuk Kabupaten Bandung, kuota Pertalite pada 2026 tercatat sekitar 370.000 kiloliter. Sementara kuota Biosolar mencapai 90.000 kiloliter.
Dengan meningkatnya konsumsi dan adanya indikasi penyalahgunaan, Pertamina memproyeksikan kuota tersebut tidak mencukupi hingga akhir tahun.
Pemkab Bandung Siapkan Pengajuan Tambahan Kuota
Pemkab Bandung kini menyiapkan pengajuan tambahan kuota melalui Pemprov Jawa Barat untuk diteruskan kepada BPH Migas.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bandung Yayan Suheryan mengatakan, pihaknya telah melakukan evaluasi bersama Pertamina dan Badan Pusat Statistik (BPS).
"Kami sudah melakukan rapat dua kali. Tinggal melengkapi surat yang sudah ditandatangani Bapak Bupati dengan angka yang jelas, tidak kira-kira," kata Yayan.
Pemkab Bandung berharap tambahan kuota dapat segera disetujui agar kebutuhan BBM subsidi masyarakat tetap terpenuhi hingga penghujung 2026.
Di sisi lain, pengawasan distribusi BBM subsidi akan diperketat untuk mencegah pembelian berulang dan penyalahgunaan kuota.
Dengan proyeksi kuota Pertalite habis pada 9 Desember 2026, pemerintah daerah kini berpacu dengan waktu untuk menjaga ketersediaan BBM subsidi bagi masyarakat Kabupaten Bandung hingga akhir tahun.
Editor : Ahmad Sayuti

