Kurikulum FEB Unjani Rutin Diperbarui, GID Buka Wawasan Mahasiswa Soal Pasar Modal
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) berkomitmen untuk menjembatani teori akademik dan praktik nyata di dunia keuangan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) berkomitmen untuk menjembatani teori akademik dan praktik nyata di dunia keuangan.
Hal tersebut diwujudkan lewat partisipasi aktif para mahasiswanya dalam kegiatan sosialisasi Gen Z Melek Investasi, hasil kolaborasi strategis antara bank bjb, Bursa Efek Indonesia (BEI) di Gedung FEB Unjani, Senin (11/5/2026).
Dekan FEB Unjani Vrans Romi menjelaskan, keseimbangan antara materi ajar dan kebutuhan pasar menjadi prioritas utama penyusunan kurikulum di kampusnya.
"Materi terkait investasi dan pasar modal tidak bersifat statis, melainkan diperbarui secara berkala, bahkan setiap semester mengikuti perkembangan terbaru industri keuangan," kata Vrans.
Dikatakan Vrans, pendekatan ini diperkuat lewat diskusi kelompok terarah atau focus group discussion (FGD) yang secara rutin melibatkan praktisi langsung dari dunia usaha dan jasa.
Menurutnya, hal itu dilakukan agar mahasiswa tidak hanya memahami teori di ruang kelas namun juga memahami bagaimana mekanisme dan dinamika pasar berjalan di lapangan.
“Investasi dan pasar modal itu dinamis, terus berubah. Kalau kami hanya ajarkan teori lama, mahasiswa akan tertinggal," jelasnya.
"Makanya kurikulum kami selalu disesuaikan, dan kolaborasi seperti kegiatan hari ini adalah bagian dari proses pembelajaran itu sendiri. Kami ingin materi yang disampaikan tetap relevan dan bisa langsung diterapkan,” ujarnya.
Di sisi lain, Vrans juga mengakui masih ada pandangan keliru atau stigma di kalangan mahasiswa yang menganggap investasi saham sama dengan perjudian atau hanya bisa dilakukan oleh orang kaya dan pengusaha besar.
"Untuk mematahkan anggapan tersebut, FEB Unjani menghadirkan solusi nyata berupa Galeri Investasi Digital (GID), yang diklaim sebagai yang pertama berdiri di wilayah Jawa Barat," terangnya.
Vrans menjelaskan, fasilitas ini menjadi pusat edukasi berkelanjutan, di mana mahasiswa bisa belajar, berkonsultasi hingga berlatih berinvestasi dengan bimbingan tenaga ahli dari BEI maupun perusahaan sekuritas mitra seperti Phillips Sekuritas.
"Kehadiran GID terbukti membuahkan hasil nyata. Beberapa tahun terakhir, FEB Unjani bahkan mencatatkan prestasi membanggakan sebagai kampus dengan jumlah pembukaan rekening investasi terbanyak di wilayah Jawa Barat," jelasnya.
Vrans menilai, hal itu menjadi bukti nyata pemahaman dan minat mahasiswa terhadap pasar modal semakin tumbuh, seiring hilangnya pandangan instrumen keuangan ini eksklusif bagi kalangan tertentu saja.
“Lewat galeri ini, kami tanamkan pemahaman dasar yang paling penting, yaitu investasi itu aman, sah, jauh dari unsur perjudian, pinjaman daring ilegal, atau praktik pencucian uang yang marak terjadi," ujarnya.
"Kami juga membentuk kepengurusan galeri setiap tahun untuk mengader mahasiswa menjadi agen penyebar literasi keuangan,” sambungnya.
Vrans menegaskan, fasilitas dan kurikulum yang disiapkan kampus bertujuan agar mahasiswa tidak hanya cerdas secara akademik, namun juga cerdas secara finansial.
"Bekal ini sangat penting agar mereka kelak tidak hanya terhindar dari penipuan keuangan, tetapi juga mampu mengelola aset dan merencanakan masa depan dengan lebih matang dan mandiri," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani

