Persaingan Ketat PTN-PTS, Unjani Terima 6.120 Maba Berkat Smart Military

Unjani mengukuhkan dan menyambut 6.120 mahasiswa baru untuk Tahun Akademik 2026/2027 di tengah persaingan PTS dan PTN yang semakin keras

Persaingan Ketat PTN-PTS, Unjani Terima 6.120 Maba Berkat Smart Military
Rektor Unjani, Agus Subagyo

INILAHKORAN.ID – Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) mengukuhkan dan menyambut 6.120 mahasiswa baru untuk Tahun Akademik 2026/2027. 

Angka tersebut tercapai di tengah peta persaingan perguruan tinggi nasional yang semakin keras, di mana banyak Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terancam penurunan minat seiring terus bertambahnya kuota di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). 

Rektor Unjani, Agus Subagyo memastikan posisi institusinya tetap kokoh dengan penurunan yang tidak signifikan berkat jaminan kualitas dan keunikan karakter kampus.

"Penyambutan digelar dalam Sidang Senat Terbuka sekaligus pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus mahasiswa Baru (PKKMB) yang berlangsung bertingkat di tingkat universitas, fakultas, hingga program studi," kata Agus saat ditemui, Kamis (17/9/2026).

Agus menyebut, kegiatan orientasi bakal berlanjut secara padat mulai Senin hingga Sabtu mendatang untuk mengenalkan lingkungan akademik dan tata kehidupan kemahasiswaan.

“Alhamdulillah kita sekarang menerima 6.120 mahasiswa baru di tengah luar biasa kehidupan di perguruan tinggi. Mungkin saudara-saudara semuanya mungkin juga memonitor begitu di perguruan tinggi lain dari berbagai pernyataan rektor bahwa memang kompetisi antar perguruan tinggi sangat luar biasa," ujarnya.

Dibandingkan capaian tahun lalu yang menembus lebih dari 6.200 mahasiswa, ungkap Agus, tahun ini tercatat selisih sekitar 70 orang atau penurunan yang dinilai sangat kecil dan tidak signifikan jika dibandingkan kondisi PTS lain yang anjlok tajam. 

"Kepercayaan masyarakat, terutama lulusan SMK, menjadi modal utama keberlangsungan ini," katanya.

Saat ditanya terkait strategi bertahan, Agus menyebut tiga pilar utama ditambah ciri khas pembeda. Pertama, soal mutu di mana pihaknya tetap yang utama kualitas. Artinya kualitas tetap dijaga, para dosen, para tendik, termasuk juga guru besar itu terus ditingkatkan.

"Kedua, kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan nyata industri dan dunia usaha agar lulusan cepat terserap pasar kerja. Ketiga, upaya terus-menerus memperbarui akreditasi sebagai bukti rekam jejak yang terukur," sebutnya.

Agus menilai, keunggulan paling mendasar terletak pada identitas sebagai Smart Military University yang menanamkan kedisiplinan, loyalitas dan kesantunan. 

“Kita punya ciri khas, punya karakter Smart Military University, disiplin, loyal dan santun. Artinya kita menggembleng mereka tidak hanya hard skill, tapi juga soft skill, yang tentu ini berbeda dengan perguruan tinggi lain,” jelasnya.

Sementara terkait dukungan akses pendidikan, Unjani tahun ini baru pertama kali menerima penerima beasiswa KIP Kuliah. Namun, seleksi tetap ketat menjaga standar kualitas, satu orang dari Kedokteran Gigi dan tujuh orang dari Teknologi Manufaktur. 

"Di Fakultas Kedokteran belum ada yang lolos kriteria meski jalur dibuka. Selain itu, tersedia beasiswa dari mitra industri seperti Mind ID Group, Minamas, serta dukungan pemerintah daerah," sebutnya.

Sementara itu, terang Agus, jurusan yang paling diminati secara berurutan merupakan rumpun kesehatan, antara lain Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, Farmasi/Apoteker, dan Ilmu Kesehatan. 

"Minat besar juga tercatat di rumpun teknik, ekonomi, dan bidang lainnya," katanya.


Editor : Ahmad Sayuti