Dosen Unjani Latih Siswa Cimahi Tangani Darurat Medis lewat SMART
Sebanyak 47 siswa dari 13 sekolah di Cimahi mengikuti pelatihan SMART dari Unjani untuk meningkatkan keterampilan menangani kondisi darurat medis di sekolah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sebanyak 47 siswa SMA/MA dan SMK Kesehatan di Kota Cimahi mengikuti pelatihan penanganan kegawatdaruratan medis yang digelar dosen Program Studi Ilmu Keperawatan (S1), Fakultas Ilmu dan Teknologi Kesehatan (FITKes), Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani).
Pelatihan gratis bertajuk SMA Emergency Response Training (SMART) Berbasis Digital tersebut berlangsung selama dua hari, 16–17 Oktober 2026, di Gedung FITKes Unjani. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang didanai melalui hibah internal Unjani.
Program SMART dirancang untuk membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi kondisi darurat medis yang dapat terjadi di lingkungan sekolah maupun sekitarnya.

Para siswa mengikuti pembelajaran dan mengakses platform digital SMART melalui ponsel masing-masing.
Sebanyak 13 sekolah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, terdiri atas 12 SMA/MA dan satu SMK Kesehatan. Setiap sekolah mengirimkan tiga hingga empat siswa yang didampingi guru, dengan jumlah keseluruhan mencapai 47 peserta.
Sekolah yang mengikuti pelatihan antara lain SMAN 2, SMAN 3, SMAN 4, dan SMAN 5 Cimahi, SMA Kartika XIX-4 Cimahi, MAN Kota Cimahi, MA Multiteknik Asih Putera, SMA Putra Mandiri Cimahi, SMK Kesehatan Bhakti Kencana Cimahi, SMA Pasundan 1 dan 3 Cimahi, SMA Muhammadiyah 1 Cimahi, serta SMA Santa Maria 3.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi teori sekaligus praktik melalui simulasi penanganan lima kondisi kegawatdaruratan, yakni pingsan, tersedak, cedera, kejang, dan heat stroke atau sengatan panas.
Pembelajaran juga didukung platform digital berbasis website bernama SMART (SMA Emergency Response Training). Platform ini digunakan sebagai sarana pendukung agar siswa dapat mempelajari kembali materi pelatihan.

Narasumber memaparkan materi bantuan hidup dasar dengan alat peraga kompresi dada. (Istimewa)
Kegiatan tersebut diketuai Yuswandi, S.Kep., Ners., M.Kep., dengan melibatkan sejumlah dosen Prodi Ilmu Keperawatan FITKes Unjani, yakni Ismafiaty, S.Kep., Ners., M.Kep.; Galih Jatnika, S.Kep., Ners., M.Kes., PhD.N.; Achmad Setya Roswendi, S.KP., MPH.; Mohammad Dwi Ardianto, S.Kep., Ners., M.Kep.; Musri, S.KP., MN.; R. Acep Hasan Irawan, Kep., Ners., M.Kep.; dan Ritha Melanie, S.KP., M.Kep.
Pelaksanaan program ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan (S1) FITKes Unjani.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Salah seorang siswa mengaku mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru mengenai penanganan kondisi darurat di sekolah.
“Kegiatan pelatihan ini seru banget! Menambah ilmu dan wawasan kami. Kami jadi tahu cara penanganan dan kesiapsiagaan saat keadaan darurat di sekolah,” ujarnya.
Para siswa dan guru berharap pelatihan serupa dapat kembali diselenggarakan pada tahun-tahun mendatang.

Simulasi penanganan korban, pingsan, henti jantung, tersedak, kejang, dibimbing langsung oleh dosen Prodi Ilmu Keperawatan (S1) FITKes Unjani. (Istimewa)
Program SMART merupakan kelanjutan dari peta jalan (roadmap) pengabdian kepada masyarakat Prodi Ilmu Keperawatan FITKes Unjani yang telah dijalankan pada tahun sebelumnya.
Melalui program tersebut, Unjani berharap keterampilan dasar penanganan kegawatdaruratan medis dapat semakin dikenal dan dikuasai siswa. Selain itu, kegiatan ini diharapkan turut membangun budaya tanggap darurat dan kesiapsiagaan di lingkungan sekolah. ***
Editor : Gin gin T Ginulur

