Kurma sebagai Makanan Berbuka Puasa Anjuran Rasulullah

Rasulullah saw pertama kali menanam Kurma Ajwa yang lokasinya berada di tanah sebelah Masjid Quba, Madinah. Itulah mengapa Kurma Ajwa identik dengan Kurma Nabi.

Kurma sebagai Makanan Berbuka Puasa Anjuran Rasulullah
Buah Kurma (Net)

Rasulullah saw pertama kali menanam Kurma Ajwa yang lokasinya berada di tanah sebelah Masjid Quba, Madinah. Itulah mengapa Kurma Ajwa identik dengan Kurma Nabi.

Nabi Muhamad saw pun memiliki kebiasaan berbuka puasa dengan makan Kurma Ajwa. Nama Ajwa diambil dari nama anak Salman Alfarisi, orang Nasrani yang menjadi umat Islam. Beliau mewakafkan lahan kurmanya untuk perjuangan Islam.

Di dalam Alquran dan hadis Nabi dijelaskan mengenai kegunaan makan kurma. Nabi menganjurkan para istri yang tengah mengandung agar makan kurma dan diharapkan anak yang dilahirkan kelak menjadi anak penyabar, sopan, dan cerdas.

Siti Maryam pun ketika mengandung Nabi Isa juga makan buah kurma. Ahli kedokteran mengatakan bahwa buah kurma mengandung zat besi dan kalsium yang berguna untuk membentuk dan menambah kandungan air susu ibu. Juga untuk membantu pertumbuhan anak-anak.

Selain itu, buah kurma juga merupakan buah yang banyak dicari ketika bulan Ramadan. Karena biasanya buah kurma selalu dipakai untuk hidangan berbuka puasa.

Mengapa kurma? Karena buah kurma disunahkan Rasulullah untuk dikonsumsi saat berbuka puasa. Saat berbuka puasa, Rasulullah mengonsumsi kurma masak (rothab) atau kurma kering (tamr) dalam jumlah ganjil, misalnya tiga, lima, atau tujuh.

Dalam hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka dengan beberapa biji ruthab (kurma masak yang belum jadi tamr) sebelum salat Magrib; jika tidak ada beberapa biji ruthab, maka cukup beberapa biji tamr (kurma kering); jika itu tidak ada juga, maka beliau minum beberapa teguk air.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi, Hadis Hasan Sahih).

Ketika dikonsumsi, kurma memiliki khasiat kesehatan yang baik. Pertama, memuaskan perut yang lapar setelah berpuasa. Kedua, Memberi asupan gula. Karena tubuh membutuhkan gula saat lapar, dan sumber energi yang paling utama. Ketiga, tidak membuat perut kaget. Keempat, asupan nutrisi.

Jenis kurma yang sering ditemui di Indonesia yaitu, pertama, Kurma Ajwa. Kurma yang satu ini adalah kurma yang paling mahal. Karena kurma yang berasal dari Madinah dan punya nama lain kurma nabi ini memiliki bentuk yang padat dan agak keras tapi paling enak.

Ciri-cirinya berwarna hitam pekat dan ada serat-serat berwarna cokelat pada permukaannya. Rasa manisnya menyerupai kismis, wujudnya kering, tidak lembab, dan ukurannya agak besar.

Kedua, Kurma Lulu. Jika ingin makan kurma yang bentuknya mirip kurma nabi dan harganya lebih murah, masyarakat bisa pilih kurma lulu. Kurma ini memiliki ciri-ciri hitam pekat, namun ukurannya agak lebih kecil dari kurma nabi.

Kurma lulu juga ada garis-garis atau serat di permukaannya. Ketiga, Kurma Amer Hajj. Kurma tersebut biasa disebut dengan Amir Haji. Jenis kurma yang berasal dari Irak ini memiliki daging yang sangat lembut dan juga tebal.

Keempat, Kurma Palmfruit. Jenis kurma yang paling umum dibeli adalah kurma Palmfruit yang berasal dari Tunisia. Kurma ini memiliki bentuk yang lonjong dan panjang, warna cokelat kemerahan, tekstur cenderung kenyal dan rasanya manis.

Dan yang terakhir Kurma Muda. Kurma tersebut biasanya dijual sebelum matang, namun butuh waktu supaya matang dan bisa dimakan. Kurma tersebut berkhasiat untuk menyuburkan wanita, sehingga cocok dikonsumsi untuk yang sedang melakukan program hamil.

Rasulullah saw juga selalu menyarankan agar senantiasa berbuka secara berjamaah, baik bersama keluarga, teman, rekan kerja atau bahkan para duafa. Kebiasaan ini, menurut Rasulullah saw akan mendatangkan keberkahan dari santapan berbuka, sehingga makanan dan minuman yang masuk akan terasa lebih nikmat.

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin menjelaskan bahwa berbuka puasa dengan kurma tidaklah wajib. Namun berbuka dengan kurma itu lebih sempurna dan lebih utama.

Ibnul Qayyim menyebutkan bahwa kurma itu bisa menguatkan (menajamkan) penglihatan dan sangat mujarab. Dan sangat mujarab jika digunakan berbuka sebelum lainnya.

Kita bisa ambil pelajaran jika di pagi hari ketika baru bangun tidur sebelum mengonsumsi lainnya, lalu memakan 7 butir kurma, maka dapat mengatasi sihir dan racun. Maka dari itu ketika berbuka puasa sebaik-baiknya adalah memakan kurma. (Yuga Hassani)


Editor : suroprapanca