Lagi dan Lagi, Daerah Seputaran IKN Baru di Penajam Paser Utara, Disapu Banjir

Daerah seputaran ibu kota negara (IKN) baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, kembali disapu banjir.

Lagi dan Lagi, Daerah Seputaran IKN Baru di Penajam Paser Utara, Disapu Banjir
Banjir terjadi lagi di wilayah seputaran IKN baru di Penajam Paser Utara, kali ini di Kecamatan Sepaku dan Babulu.

INILAHKORAN, Penajam – Daerah seputaran ibu kota negara (IKN) baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, kembali disapu banjir.

Banjir terjadi di dua kecamatan di Penajam Paser Utara dalam waktu sehari. Keduanya adalah Kecamatan Sepaku dan Babulu. Kecamatan Sepaku nantinya direncanakan sebagai kawasan inti IKN baru.

Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Penajam Paser Utara menyebutkan di Sepaku, banjir terjadi di Desa Karang Jinawi. Air meluap membanjiri rumah warga mulai sekitar pukul 05.00 Wita, Rabu, 12 Januari 2022.

BPBD Penajam Paser Utara melaporkan banjir di Karang Jinawi melanda lima rukun tetangga (RT). Ketinggian air bervariasi, mulai 30 sentimeter hingga 1,5 meter.

Baca Juga: Terbukti...IKN Baru Tak Bebas Banjir, Air Meluap Rendam Rumah Warga di Sepaku Penajam Paser Utara

Titik tertinggi air terjadi di RT 03, di mana air mencapai 1,5 meter di halaman rumah warga. Di dalam rumah, ketinggian air mencapai 40 sentimeter.

Secara keseluruhan, ada 17 unit rumah yang terendam banjir di wilayah Sepaku ini. Terbanyak di RT 01 dan RT 02 di Karang Jinawi, yakni masing-masing enam dan lima unit rumah.

Disebutkan, banjir terjadi karena hujan yang berlangsung cukup lebat selama sekitar dua jam. Hal ini sudah diperkirakan dan diperingatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam dua kesempatan, bahwa akan terjadi hujan sedang hingga lebat dan angin kencang pada Selasa 11 Januari 2022 hingga Rabu 12 Januari 2022.

Baca Juga: Terjadi Lagi, Daerah Tetangga IKN Baru Penajam Paser Utara Dilanda Banjir, Kali Ini di Desa Bukit Subur

Hujan yang terjadi mengakibatkan air sungai meluap dan merendam jalanan antar RT. Tak hanya jalan dan halaman, air kemudian juga masuk ke rumah warga.

Hingga saat ini dilaporkan di lokasi tersebut masih terjadi hujan gerimis. Titik ketinggian air di beberapa titik mulai turun perlahan, tapi di titik lainnya malah cenderung naik.

Meningkatnya ketinggian air disebabkan karena kondisi pasang air laut saat ini masih berlangsung. Diperkirakan situasi itu belum berubah sampai pukul 12.00 Wita siang ini.

Tak hanya di Sepaku, banjir juga melanda Kecamatan Babulu, Penajam Paser Utara. Banjir terjadi di Desa Babulu Darat.

Baca Juga: Mendagri Tegur Daerah Realisasi APBD Rendah, Termasuk Cimahi, Penajam Paser Utara, dan Singkawang

Seperti di Kecamatan Sepaku, di Babulu hujan juga terjadi karena intensitas hujan yang cukup tinggi. Air mulai meluap menggenangi halaman rumah warga sekitar pukul 05.00 Wita.

Ada delapan RT di Babulu Darat yang terdampak banjir. Kedelapannya yakni RT 01, 02, 11, 14, 26, 27, 28, dan 29.

Di Kecamatan Babulu, hujan dengan intensitas tinggi terjadi pada Selasa malam sekitar pukul 20.00 Wita dan berlangsung selama dua jam. Akibatnya, air sungai meluap dan berdampak pada tingginya permukaan air di halaman dan rumah warga yang berlokasi di wilayah rendah dan dekat dengan pinggirian sungai.

Baca Juga: Bermula dari Penajam Paser Utara, Polisi Ringkus Gerombolan Curanmor Antarkota Kalimantan Timur

Adapun jumlah rumah yang terdampak di Babulu Darat mencapai 36 unit rumah. Terbanyak berada di RT 27 di mana 20 unit rumah terendam banjir.

Ketinggian air dalam banjir di Babulu Darat juga bervariasi. Tertinggi di halaman rumah mencapai 1,2 meter di RT 29, sementara di dalam rumah air ada yang mencapai ketinggian 60 sentimeter.

Saat ini, kondisi permukaan air masih cenderung turun sangat lambat di beberapa titik, tapi masih naik di titik lainnya. Kondisi pasang air laut diperkirakan akan berlangsung hingga sore ini.***


Editor : inilahkoran