Lee Soo Hyuk Bertingkah Aneh, Agensi Mengancamnya dan Memaksa Lakukan TTD Selama 12 Jam??
Aktor Lee Soo Hyuk diduga dipaksa lakukan penandatanganan selama fanmeeting 12 jam dan diancam.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Netizen kini mulai mempertanyakan mengapa gelagat dan sikap Aktor Lee Soo Hyuk menjadi aneh.
Baru-baru ini, Lee Soo Hyuk menggelar fan meeting solonya, "Eternal Magic Hour: 赫然心?" , yang tiketnya ludes terjual hanya dalam dua menit, sebuah prestasi impresif yang menunjukkan popularitasnya.
Namun, acara tersebut dengan cepat berubah menjadi mimpi buruk bagi Aktor Lee Soo Hyuk.
Menurut laporan media Taiwan EBC, Lee Soo Hyuk menjalani 12 jam kerja paksa tanpa henti, Dipaksa menandatangani ribuan tanda tangan karena penjualan tiket yang berlebihan oleh penyelenggara.
Acara yang awalnya direncanakan berdurasi 6,5 jam, ternyata diperpanjang hampir dua kali lipat durasinya, sementara AC di tempat acara mati, menyebabkan Lee Soo Hyuk mengalami dehidrasi.
Lebih parah lagi, Lee Soo Hyuk diduga Diancam dengan pernyataan seperti, "Jangan berpikir untuk meninggalkan Tiongkok sebelum Anda selesai menandatangani."
Para penggemar yang hadir menggambarkan wajah Lee Soo Hyuk yang pucat dan langkahnya yang goyah saat meninggalkan tempat acara.
Media sosial dibanjiri foto-foto yang menunjukkan sang Aktor bermandikan keringat, namun tetap tersenyum di tengah cobaan demi para penggemarnya.
Seorang saksi berkomentar, "meskipun dia tampak kepanasan dan hampir pingsan, dia tetap tersenyum agar para penggemar dapat pulang dengan kenangan indah."
Menyusul reaksi keras tersebut, Saram Entertainment, Agensi Lee Soo Hyuk, mengeluarkan pernyataan.
Namun, tanggapan tersebut dianggap tidak jelas dan tidak memadai, menggunakan istilah-istilah seperti "keadaan yang tidak terduga" dan terutama mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara, sebuah langkah yang semakin menyulut kemarahan penggemar.
"Halo, ini Saram Entertainment. Pertama-tama, kami dengan tulus mengucapkan terima kasih kepada semua penggemar yang menunjukkan minat pada 'Pertemuan Penggemar Pertama Lee Soo Hyuk di Hangzhou'.
Kami percaya bahwa setiap momen yang dibagikan oleh penggemar dan artis adalah momen yang istimewa dan berharga.
Oleh karena itu, kami sangat menyesalkan situasi yang terjadi selama jumpa penggemar akibat keadaan yang tidak terduga.
Mengingat kejadian ini, kami berjanji untuk melakukan yang terbaik agar kami dapat terus memperbaiki diri di masa mendatang.
Harapan terbesar kami adalah ketulusan sang artis, yang telah berusaha sebaik mungkin terlepas dari situasi yang ada, dan para penggemar, yang hadir dengan rasa cinta kepada sang artis, tidak akan hilang akibat perkembangan ini.
Kami berharap waktu yang dihabiskan antara sang artis dan penggemar, yang bertemu untuk pertama kalinya dalam lebih dari 10 tahun, akan tetap menjadi kenangan yang berharga.
Sekali lagi, kami akan memastikan bahwa kondisi akan membaik pada pertemuan berikutnya dengan bekerja sama erat dengan afiliasi.
Akhirnya, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh kolaborator dan staf yang telah bekerja keras untuk menyelenggarakan pertemuan penggemar ini.
Demi menjaga hati para penggemar yang tidak hanya hadir di fan meeting, namun juga menyemangati Lee Soo Hyuk dari dekat maupun jauh, kami akan terus mendukung sang Aktor dalam berbagai aktivitasnya. Terima kasih."
Para penggemar pun segera memberikan tanggapan di kolom komentar: “Tolong jaga Lee Soo Hyuk lebih baik," “Mengapa Anda mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara?”
“Lakukan pemeriksaan latar belakang terhadap penyelenggara dan mintalah penghormatan terhadap seniman di lain waktu.”
Waktu kontroversi ini sangat sensitif. Lee Soo Hyuk meninggalkan YG Entertainment dan menandatangani kontrak eksklusif dengan Saram Entertainment pada 14 Juli, menjadikan jumpa penggemar ini sebagai acara publik besar pertamanya di bawah Agensi baru tersebut.
Para penggemar kini menuntut permintaan maaf yang pantas, transparansi tentang tindakan apa yang akan diambil terhadap penyelenggara, dan perlindungan yang lebih baik bagi para artis di acara internasional.***
Editor : Irma Nurfajri


