Len Kembangkan Ekosistem Advanced Materials Berbasis Hilirisasi Mineral Kritis
PT Len Industri menegaskan komitmen hilirisasi industri nasional melalui pengembangan advanced materials sebagai fondasi lahirnya produk teknologi strategis.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - PT Len Industri menegaskan komitmennya dalam memperkuat hilirisasi industri nasional melalui pengembangan advanced materials sebagai fondasi lahirnya produk-produk teknologi strategis bernilai tambah tinggi.
Sebagai induk holding industri pertahanan, Len menunjukkan implementasi nyata advanced materials melalui berbagai teknologi strategis yang telah dikembangkan perusahaan.
Produk yang dipamerkan meliputi Combat Management System (CMS), Radar Multimission, Ground Control Station (GCS) & AUTACS, Night Vision Goggle (NVG), Laser Point, serta kendaraan taktis listrik Sprint. Beragam inovasi tersebut menunjukkan bagaimana hasil hilirisasi material dapat diwujudkan menjadi sistem teknologi yang mendukung sektor pertahanan, keamanan, maupun industri nasional.
Direktur Utama Len Joga Dharma Setiawan menegaskan, keberhasilan hilirisasi harus diukur dari kemampuan menghasilkan produk teknologi yang berdampak bagi perekonomian nasional.
"Indonesia memiliki sumber daya mineral yang sangat besar. Tantangan berikutnya adalah memastikan mineral tersebut tidak berhenti sebagai komoditas, tetapi mampu diolah menjadi material maju yang melahirkan produk-produk teknologi bernilai tinggi. Di sinilah kolaborasi pemerintah, industri, perguruan tinggi, dan lembaga riset menjadi kunci untuk membangun ekosistem advanced materials yang kuat dan berkelanjutan," jelas Joga dalam Danantara's Advanced Materials Industry Dialogue: From Minerals to Manufacturing yang berlangsung di Auditorium Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Dia menjelaskan, Len bersama PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, PT PAL Indonesia, dan PT Dahana terus mengembangkan berbagai solusi teknologi berbasis elektronika, komunikasi, radar, energi, transportasi, kemaritiman, dan transformasi digital. Berbagai pengembangan tersebut tidak hanya mendukung kebutuhan pertahanan negara, tetapi juga memberikan manfaat bagi sektor sipil melalui penerapan dual-use technology.
Menurutnya, penguatan ekosistem advanced materials memerlukan sinergi yang terintegrasi mulai dari pengelolaan sumber daya mineral, pengembangan material maju, riset dan inovasi, hingga proses manufaktur yang menghasilkan produk berteknologi tinggi. Kolaborasi yang berkelanjutan akan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya domestik sekaligus memperkuat kemandirian industri nasional.
Komitmen tersebut diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman tentang kerja sama advanced materials (Critical Minerals Downstreaming) antara MIND ID, PT Len Industri, PT Krakatau Steel Tbk, dan PT Perusahaan Mineral Nasional.
Penandatanganan tersebut disaksikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Wakil Kepala II BP BUMN Tedi Bharata, serta Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti.
Editor : Doni Ramdhani

