Len dan BSSN Bangun Ekosistem Keamanan Siber Nasional
Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko PT Len Industri Amalia Maya Fitri menegaskan, pihaknya siap menjadi mitra strategis BSSN dalam membangun ekosistem keama
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko PT Len Industri Amalia Maya Fitri menegaskan, pihaknya siap menjadi mitra strategis BSSN dalam membangun ekosistem keamanan siber nasional.
“Aspek keamanan siber nasional pada akhirnya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan sinergi yang erat dan berkelanjutan antarseluruh pemangku kepentingan,” kata Amalia usai kunjungan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) ke Len, belum lama ini.
Sebagai bagian dari penguatan industri nasional, Len dan BSSN membahas peluang sinergi teknis untuk mendorong pengembangan industri keamanan siber nasional. Mulai dari pemanfaatan solusi lokal, penguatan ekosistem sertifikasi, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang selaras dengan kebijakan nasional.
Menurutnya, penyelarasan strategi itu diarahkan untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi asing, meningkatkan daya saing industri nasional, dan menciptakan nilai tambah ekonomi di sektor pertahanan serta industri strategis.
Kolaborasi BSSN dan Len turut mendorong terbentuknya ekosistem keamanan siber pertahanan yang terintegrasi, meliputi aspek teknologi, tata kelola, regulasi, kesiapan SDM, hingga penguatan budaya keamanan siber yang berkelanjutan.
Sebagai otoritas keamanan siber nasional, BSSN memperkuat strategi keamanan siber nasional melalui kolaborasi dengan Len. Sinergi itu menjadi bagian dari upaya negara menjaga kedaulatan teknologi sekaligus meningkatkan ketahanan sistem digital strategis di tengah dinamika ancaman siber yang kian kompleks.
Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi menegaskan, penguatan keamanan siber nasional tidak dapat dilakukan secara parsial. Melainkan membutuhkan orkestrasi yang kuat antar lembaga negara serta dukungan industri nasional.
Menurutnya, keamanan siber nasional menuntut sinergi strategis yang terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan.
“BSSN memandang kolaborasi dengan industri strategis nasional seperti Len sebagai bagian penting dalam membangun ketahanan siber nasional yang kokoh,” ujarnya.
Nugroho menekankan pentingnya penguasaan teknologi siber dalam negeri sebagai fondasi utama kedaulatan digital Indonesia. Dia menyebut kemandirian dan kedaulatan teknologi siber sebagai prasyarat dalam menjaga kedaulatan negara.
“Indonesia harus mampu mengembangkan, mengoperasikan, dan mengamankan teknologi sibernya secara mandiri dengan melibatkan ekosistem nasional,” imbuhnya.
Editor : Doni Ramdhani


