Hamilton turun ke media sosialnya untuk menunjukkan solidaritas terhadap duo
Prancis itu. Juara dunia Formula 1 tujuh kali itu mengaku tidak kaget dengan respon yang diterima para pemain
Prancis menyusul kekalahan di final
Piala Dunia 2022.
"Jijik tapi tidak terkejut.
Tchouameni dan
Kolo Muani memberikan segalanya. Mereka adalah pahlawan bagi banyak orang dan hanya pantas dihormati," bela
Hamilton, lewat Instagram story.
Adapun,
Kolo Muani telah mematikan komentar di profil Instagramnya sementara
Tchouameni membatasi komentar di halamannya.
Sekedar informasi, bahwa
Hamilton cukup blak-blakan mengenai masalah yang berkaitan dengan rasisme. Pembalap Mercedes itu sebelumnya mengenakan kaos anti rasisme sebelum dimulainya balapan Formula 1.
Tchouameni gagal mengeksekusi penalti selama babak adu penalti yang membuat
Prancis kalah 4-2 menyusul hasil imbang 3-3 yang menghibur setelah perpanjangan waktu melawan Argentina.
Kolo Muani, di sisi lain, mencetak gol saat adu penalti.
Namun, penyerang Eintracht Frankfurt itu, bagaimanapun, melewatkan peluang emas satu lawan satu di menit terakhir perpanjangan waktu, saat tembakannya dihalau kiper Emiliano Martinez.
Seandainya dia mencetak gol,
Prancis bisa memenangkan gelar Piala Dunia kedua berturut-turut.***(Ridwan Firdaus)