Libur Lebaran, Kunjungan Wisatawan ke Lembang Park & Zoo Naik hingga 20 Persen
Libur Lebaran Idulfitri objek wisata Lembang Park & zoo mengalami lonjakan penungjung hingga 20 persen
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Kunjungan wisatawan ke Lembang Park & Zoo di Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menunjukkan peningkatan signifikan di momen Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Marketing Komunikasi Lembang Park & Zoo, Evan Hans Christian mengatakan, jumlah pengunjung di H+2 libur Lebaran Idulfitri 1447 H jauh lebih tinggi dibandingkan hari H dan H+1 Idulfitri.
"Hari H masih banyak pengunjung dari luar kota bahkan luar Jawa, namun saat ini semakin banyak yang datang dari kawasan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur yang tengah mudik ke keluarga di Jawa Barat," kata Evan saat ditemui, Selasa 24 Maret 2026.
Evan menyebut, peningkatan kunjungan diperkirakan mencapai 10 hingga 20 persen, meskipun jumlah pasti pengunjung belum dapat diumumkan.
"Masih ada potensi peningkatan hingga H+3 ini," tambahnya.
Untuk momen Lebaran, ungkap Evan, pihaknya menawarkan tiket khusus seharga Rp90 ribu, berlaku mulai 18 Maret hingga 29 Maret 2026. Tiket ini mencakup akses masuk dan bersafari di Kampung Satwa.
"Harga tiket biasanya Rp65 ribu untuk weekday (Senin-Jumat) dan Rp85 ribu untuk weekend (Sabtu-Minggu). Untuk pembelian bundling tiket hanya tersedia di Traveloka," jelasnya.
Selain harga tiket khusus, ungkap Evan, kehadiran bayi Kuda Nil bernama Bola menjadi daya tarik tambahan yang melengkapi koleksi satwa, menjadikan tempat ini sebagai pilihan wisata edukasi dan keluarga.
"Kita juga punya program interaksi unik seperti Animal Encounter, serta aktivitas feeding harimau dengan biaya tambahan Rp25 ribu untuk dua ekor harimau, yang dilakukan di area aman dengan peralatan keselamatan dan pemberian daging langsung," ungkapnya.
Inovasi lain yang dihadirkan adalah pembukaan spot booth baru dari berbagai brand seperti Mixue, Mayora, Momogi, Hydro Coco, Milna, Bebelac, Mil Kita, dan Samyang.
"Selain itu, sekitar 80 persen kuliner di lokasi dikelola oleh UMKM untuk memberdayakan masyarakat sekitar," tandasnya. ***
Editor : Ahmad Sayuti

