Lebih dari Sepekan Macan Tutul Belum Tertangkap, Humas LPZ: Kuat Dugaan Mengarah ke Kaki Gunung Tangkuban Parahu
Lebih dari sepekan macan tutul yang kabur dari kandang karantina di objek wisata Lembang Park and Zoo (LPZ) belum tertangkap.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Lebih dari sepekan macan tutul yang kabur dari kandang karantina di objek wisata Lembang Park and Zoo (LPZ) belum tertangkap.
Bahkan, macan tutul itu diduga kuat sudah keluar dari area Lembang Park and Zoo menuju ke arah hutan di kaki Gunung Tangkuban Parahu. Hal itu terindikasi berdasarkan jejak kaki satwa dengan nama latin Panthera Pardus itu mengarah ke luar area Lembang Park and Zoo.
"Kesimpulan sementara yang bisa diambil adalah kuat dugaan macan tutul tersebut mengarah ke hutan lindung di kaki Gunung Tangkuban Parahu," kata Humas Lembang Park and Zoo, Miftah Setiawan saat dikonfirmasi.
Meski begitu, Miftah mengungkapkan, hingga saat ini objek wisata Lembang Park and Zoo masih ditutup bagi para wisatawan.
Namun setelah ada indikasi kuat macan tutul sudah keluar dari zona Lembang Park and Zoo, pengelola mengkaji opsi membuka kunjungan.
"Untuk sementara zoo masih tutup, namun kami sudah diminta berkirim surat ke pihak-pihak terkait," ungkapnya.
"Jika dirasa semua bukti kuat bahwa macan tutul sudah aman di hutan lindung kaki Gunung Tangkuban Parahu (ada opsi buka wisata)," sambungnya.
Kendati sudah di luar zona Lembang Park and Zoo, tim yang dibentuk bakal tetap disiagakan. Pemantauan menggunakan drone thermal juga akan tetap dilakukan di malam hari.
"Pemantauan oleh drone thermal tetap akan ada. Kami sampai juga berdasarkan keterangan dari BBKSDA dan Formata (Forum macan tutul Jawa) dengan cepatnya pergerakan (macan tutul), diperkirakan dalam kondisi sehat," ujar Miftah.
Miftah menerangkan, macan tutul tersebut punya insting dan sifat alamiah menghindari manusia dan keramaian. Selain itu, indikasi jejak kaki macan tutul itu juga sesuai dengan prediksi arah mana yang paling memungkinkan menjadi tujuan karnivora tersebut.
"Sejauh ini tak ada indikasi macan tutul itu bergerak menuju kawasan permukiman, namun petugas gabungan meminta masyarakat tetap waspada dan melaporkan jika melihat pergerakan macan tutul itu," terangnya. *** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti


