Lima Orang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan di Perlintasan Sebidang Kereta Api
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung menyoroti tingginya risiko fatal kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api, menyusul lima orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - PT kereta api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung menyoroti tingginya risiko fatal kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api, menyusul lima orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang sepanjang tahun 2025 di wilayah Daop 2 Bandung.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan bahwa data tersebut menjadi peringatan serius bagi seluruh pengguna jalan untuk lebih disiplin dan tidak mengabaikan keselamatan saat melintasi jalur kereta api.
“Sepanjang tahun 2025, kami mencatat 14 kejadian temperan di perlintasan sebidang, yang mengakibatkan 13 korban jiwa, dengan rincian 5 orang meninggal dunia, 3 orang mengalami luka berat, dan 5 orang luka ringan. Angka ini menunjukkan bahwa satu kelalaian kecil di perlintasan sebidang dapat berujung pada kehilangan nyawa,” ujar Kuswardojo.
Berdasarkan data tersebut, mayoritas kecelakaan melibatkan kendaraan roda dua, yakni sebanyak 11 kejadian, sementara 3 kejadian lainnya melibatkan kendaraan roda empat. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna kendaraan bermotor masih menjadi kelompok paling rentan terhadap kecelakaan fatal di perlintasan sebidang.
Kuswardojo menegaskan bahwa kereta api tidak dapat berhenti secara mendadak karena membutuhkan jarak pengereman yang sangat panjang. Oleh sebab itu, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api dalam kondisi apa pun.
“Setiap pelanggaran di perlintasan sebidang bukan hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga dapat merenggut nyawa orang lain dan mengganggu keselamatan perjalanan kereta api,” tegasnya.
Sebagai upaya menekan angka kecelakaan dan korban jiwa, sepanjang tahun 2025 KAI Daop 2 Bandung bersama para pemangku kepentingan telah melakukan berbagai langkah pencegahan, mulai dari sosialisasi keselamatan kepada masyarakat, kampanye keselamatan di titik rawan, edukasi ke sekolah-sekolah, hingga penutupan 29 perlintasan sebidang tidak terjaga di wilayah Daop 2 Bandung.
“Kami tidak ingin angka kematian ini terus bertambah. Keselamatan di perlintasan sebidang hanya dapat terwujud apabila seluruh pengguna jalan patuh terhadap rambu dan isyarat peringatan,” tambah Kuswardojo.
KAI Daop 2 Bandung kembali mengajak masyarakat untuk tidak menerobos palang pintu, berhenti sejenak sebelum melintas, serta selalu memastikan kondisi aman sebelum melanjutkan perjalanan.
“Lima nyawa yang hilang bukan sekadar angka statistik. Itu adalah peringatan nyata bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama,” pungkas Kuswardojo.
Editor : Ahmad Sayuti

