Longsor Menerjang Hancurkan Rumah Warga, Bencana Hidrometeorologi Kini Hantui KBB

Hujan deras dengan intensitas tinggi tengah melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Imbasnya, sejumlah bencana pun terjadi di beberapa titik di Bandung Barat.

Longsor Menerjang Hancurkan Rumah Warga, Bencana Hidrometeorologi Kini Hantui KBB
Hujan deras dengan intensitas tinggi tengah melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Imbasnya, sejumlah bencana pun terjadi di beberapa titik di Bandung Barat./istimewa

INILAHKORAN, Ngamprah - Hujan deras dengan intensitas tinggi tengah melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Imbasnya, sejumlah bencana pun terjadi di beberapa titik di Bandung Barat.

Salah satunya seperti longsor yang mengakibatkan tembok penahan tanah (TPT) yang berada di SD Negeri Girimulya, Kecamatan Sindangkerta, KBB pada Selasa 14 November 2023.

Seperti diketahui, berdasarkan data yang dihimpun sebagian besar wilayah di KBB masuk kategori rawan bencana hidrometeorologi. Tercatat hanya 4 kecamatan dari total 16 kecamatan yang tidak masuk kategori rawan.  

Kecamatan yang masuk kategori rawan bencana hidrometeorologi adalah Rongga, Gununghalu, Cipongkor, Sindangkerta, Cililin, Cipatat Saguling, Cisarua, Parongpong, Lembang, dan Ngamprah. 

Sedangkan empat kecamatan lainnya, yakni Batujajar, Padalarang, Cipeundeuy, dan Cikalongwetan potensi bencana hidrometeorologinya lebih rendah.

Petugas lapangan BPBD KBB, Rudi Wibiksana menuturkan, longsor tersebut berasal dari tebing setinggi 6 meter dengan panjang sekitar 30 meter yang berlokasi di Kampung Margamulya, RT 02/05, Desa Mekarwangi, Kecamatan Sindangkerta.

"Peristiwa tersebut terjadi di malam hari. Akibat guyuran hujan menyebabkan tebing longsor dan menghantam TPT," ungkapnya saat dihubungi, Rabu 15 November 2023.

Tak hanya itu, Rudi menyebut, bongkahan TPT dan material tanah longsor jatuh menimpa satu rumah yang berada tepat di bawah lokasi kejadian. 

"Menimpa dinding samping rumah warga, sehingga rumahnya rusak berat," sebutnya.

Rudi menerangkan, rumah tersebut diketahui milik Ali Nurdin (47) yang dihuni bersama istri dan anaknya. Namun, pada saat kejadian seluruh penghuninya sedang berada di ruang tengah.

"Beruntung pada saat kejadian seluruh penghuninya sedang berada di ruang tengah. Sehingga tidak sampai menimbulkan korban jiwa," terangnya.

Rudi menjelaskan, Ali Nurdin bersama istri dan anaknya untuk sementara mengungsi ke rumah kerabatnya yang aman dari ancaman longsor lantaran rumahnya mengalami kerusakan berat.

"Siang tadi, BPBD KBB bersama warga bergotong-royong membersihkan material longsor. Untuk penanganan TPT kami sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah," tandasnya.*** (agus satia negara)


Editor : JakaPermana