Luhut Sebut Konflik Timur Tengah Tak Ganggu Suplai BBM dan Gas ke Indonesia
Konflik yang terjadi di negara Timur Tengah tidak mempengaruhi pasokan gas dan BBM ke Indonesia
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah pascaserangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran membuat sekitar 300 kapal tanker terjebak di pintu masuk Selat Hormuz, termasuk dua kapal milik PT Pertamina International Shipping
Hal itu berdasarkan data MarineTraffic yang dianalisis RIA Novosti. Kendatidemikian, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan suplai bahan bakar minyak (BBM) dan gas ke Indonesia tetap aman.
"LPG untuk keperluan masak dan bahan bakar lainnya tidak ada masalah serius," kata Luhut saat ditemui di Unjani, Cimahi, Rabu 3 Maret 2026.
"Kapal yang tadinya terhambat sudah beroperasi dan mengalir masuk ke Indonesia," sambungnya.
Menurutnya, pasokan gas sudah mulai didistribusikan ke daerah terpencil setelah 21 hari waktu tunggu yang diperlukan. Sementara di Jawa tidak ada kendala karena dapat langsung dibagikan.
"Termasuk daerah luar Jawa kini juga mulai mendapatkan pasokan yang dialirkan oleh Pertamina," tuturnya.
Luhut menjelaskan, pemerintah telah menyusun berbagai skenario kontingensi berdasarkan data untuk menghadapi perkembangan konflik, termasuk kemungkinan harga minyak naik hingga 150 dolar per barel.
"APBN kita berdasarkan harga 70 dolar, jadi kalau naik 10 dolar bisa ada kekurangan Rp70 triliun. Namun setelah dihitung, semua masih manageable," katanya.
Luhut menegaskan kondisi pasokan BBM. "Iya, BBM tidak ada masalah. Jangan terlalu serius, pemerintah sudah punya kontingensi kalau perang berlanjut. Tidak perlu kekhawatiran berlebihan," tandasnya.***
Editor : Ahmad Sayuti

