Lulusan Poltekesos Bandung Disiapkan Dukung Sekolah Rakyat dan Digitalisasi Bansos

Kemensos menyiapkan lulusan Poltekesos Bandung untuk mendukung Sekolah Rakyat dan digitalisasi bansos berbasis AI.

Lulusan Poltekesos Bandung Disiapkan Dukung Sekolah Rakyat dan Digitalisasi Bansos
Kemensos menyiapkan lulusan Poltekesos Bandung untuk mendukung Sekolah Rakyat dan digitalisasi bansos berbasis AI.

INILAHKORAN.ID – Pemerintah mulai menyiapkan sumber daya manusia untuk mendukung dua program strategis nasional, yakni Sekolah Rakyat dan digitalisasi bantuan sosial (Bansos).

Salah satu sumber tenaga yang dibidik berasal dari lulusan Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, pekerja sosial memiliki peran yang semakin penting seiring upaya pemerintah memperluas layanan sosial berbasis teknologi sekaligus memperkuat akses pendidikan bagi kelompok rentan.

Hal itu disampaikan Saifullah Yusuf saat menghadiri wisuda 372 lulusan Poltekesos Bandung di Gedung Sabuga, Kota Bandung, Senin (28/9/2026).

Menurut pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut, kompetensi lulusan Poltekesos relevan dengan kebutuhan tenaga kependidikan di lingkungan Sekolah Rakyat yang terus dikembangkan pemerintah.

“Setiap tahun kita merekrut sejumlah tenaga kependidikan, ya yang mana ini tentu cocok dengan profesi para wisudawan di Poltekkesos ini. Pekerja sosial hari ini sangat dibutuhkan di tengah-tengah masyarakat, bisa mengabdi di lingkungan pemerintahan maupun juga di lembaga-lembaga non-government, yang mana pekerja sosial dengan keterampilan-keterampilan yang dimiliki, ya bisa membantu masyarakat,” kata Gus Ipul.

Kementerian Sosial sebelumnya juga telah menerbitkan pedoman pelaksanaan seleksi pengadaan PPPK tenaga kependidikan untuk Sekolah Rakyat.

Selain kebutuhan tenaga untuk Sekolah Rakyat, Kemensos saat ini tengah memperkuat pemutakhiran basis data penerima bansos. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan akurasi data kesejahteraan masyarakat melalui proses verifikasi dan validasi.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan kementerian, lembaga, pemerintah daerah hingga Agen Perlindungan Sosial (Parlinsos) untuk membantu proses pemutakhiran data.

“Kementrian, lembaga, dan pemerintah daerah diminta untuk membantu pemutakhiran data. Dalam rangka pemutakhiran data itulah kita butuh bantuan dari banyak pihak. Salah satunya adalah dari agen-agen Parlinsos,” ujarnya.

Parlinsos juga berperan dalam mendampingi masyarakat mengakses layanan digital pemerintah, termasuk sistem pendaftaran bantuan sosial yang kini tengah dikembangkan secara nasional.

Melalui sistem tersebut, masyarakat nantinya dapat mengajukan diri sebagai calon penerima bantuan secara mandiri melalui platform digital. Setelah itu, sistem akan melakukan proses verifikasi untuk menentukan kelayakan penerima.

“Sistem ini sudah kita uji cobakan di Kabupaten Banyuwangi tahun lalu, dan sekarang sudah kita uji cobakan di lebih dari 40 kabupaten/kota,” ucapnya.

Kemensos menargetkan cakupan uji coba tersebut diperluas mulai Oktober 2026. Sedikitnya 250 kabupaten dan kota ditargetkan terlibat sebelum sistem diterapkan secara menyeluruh di Indonesia.

Digitalisasi bansos tersebut, lanjut Gus Ipul, memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang dikembangkan melalui kolaborasi sejumlah lembaga pemerintah.

“Ini adalah suatu layanan yang menggunakan teknologi berbasis AI. Dan digitalisasi bansos ini ada satu tim yang diberi tugas oleh pak Presiden di bawah kepemimpinan Pak Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional, nah salah satu anggotanya adalah Kementerian Sosial,” jelasnya.

Meski layanan mulai diarahkan berbasis digital, pendampingan kepada masyarakat tetap diperlukan. Pengalaman uji coba di Banyuwangi menunjukkan sebagian besar warga masih membutuhkan bantuan untuk mengakses layanan tersebut.

“Seperti di Banyuwangi tahun lalu itu kita terapkan, kurang dari 10 persen masyarakat yang bisa mendaftar secara mandiri, sisanya dibantu oleh agen-agen Parlinsos itu,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam wisuda tersebut Poltekesos Bandung melepas 372 lulusan.

Mereka terdiri atas 23 lulusan Program Magister Terapan Pekerjaan Sosial, 86 lulusan Program Sarjana Terapan Rehabilitasi Sosial, 78 lulusan Program Sarjana Terapan Perlindungan dan Pemberdayaan Sosial, serta 185 lulusan Program Sarjana Terapan Pekerjaan Sosial.***


Editor : JakaPermana