Poltekesos Bandung Sebar 5.358 Mahasiswanya ke 28 Sekolah Rakyat di Jabar dan Jateng

Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung menjalankan tri dharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Poltekesos Bandung Sebar 5.358 Mahasiswanya ke 28 Sekolah Rakyat di Jabar dan Jateng
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra menyambut positif kedatangan mahasiswa Poltekesos Bandung ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya. (n nurohman)

INILAHKORAN.ID - Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung menjalankan tri dharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Dosen Pembimbing Praktikum Poltekesos Bandung Eko Gunawan mengatakan, kini sebanyak 19 mahasiswa akan menjalani magang di Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya.

"Secara keseluruhan, terdapat 5.358 mahasiswa Poltekesos yang disebar di 28 Sekolah Rakyat di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah," kata Eko di Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya, Senin (27/4/2026).

Khusus di Kota Tasikmalaya, dia menjelaskan ada 19 mahasiswa dari semester 6 Program Studi Perlindungan dan Pemberdayaan Sosial. Mereka akan menjalani magang selama 52 hari hingga 19 Juni 2026.

Eko menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program nasional yang diinisiasi pemerintah pusat. Praktikum itu difokuskan pada peran sebagai wali asuh dan wali asrama, sehingga mahasiswa perlu terlibat langsung di lingkungan Sekolah Rakyat.

“Mereka akan mendapatkan pengalaman langsung dalam mendampingi anak-anak di asrama dan beraktivitas penuh hingga akhir semester,” ujarnya.

Sementar aitu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra menyambut positif kedatangan mahasiswa Poltekesos Bandung. 

Menurutnya, kehadiran para mahasiswa tersebut menjadi energi baru sekaligus bukti nyata program Sekolah Rakyat memberi manfaat bagi daerah.

“Saya sangat senang. Program Sekolah Rakyat ini sudah digaungkan sejak masa Plt Ibu Eli. Sampai sekarang, kami terus berupaya agar pembangunan sekolah permanen bisa segera terwujud karena dampaknya luas, termasuk mendorong anggaran pembangunan,” ujarnya.

Dia mengakui, hingga saat ini pembangunan Sekolah Rakyat permanen masih terkendala ketersediaan lahan. Meski demikian, dia berharap Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan bersama jajaran dapat segera merealisasikannya.

Di tengah proses tersebut, Diky menilai kehadiran mahasiswa magang menjadi hal yang melampaui ekspektasi.

“Terus terang, ini di luar dugaan kami. Alhamdulillah, manfaatnya kembali terasa. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, Tasikmalaya kini semakin banyak dikunjungi,” katanya.

Saat itu, Diky turut menyapa para siswa Sekolah Rakyat dan membagikan kisah hidupnya sebagai motivasi. Ia menegaskan bahwa latar belakang pendidikan bukan penghalang untuk meraih kesuksesan.

“Jangan pernah merasa rendah diri karena bersekolah di Sekolah Rakyat. Saya sendiri hanya lulusan SMA, tapi kesempatan selalu terbuka bagi siapa saja yang mau berusaha,” pesannya.

Dia mendorong para siswa untuk terus belajar dan memanfaatkan peluang yang ada. Selain itu, Diky juga mengingatkan pentingnya menjaga empati, terutama di tengah situasi bencana.


Editor : Doni Ramdhani