Luncurkan Program Micropreneur, Baznas KBB Siapkan 16 Pelaku Usaha Binaan Naik Kelas
Banzas KBB meluncurkan program Micropreneur untuk meningkatkan kelas pelaku usaha binaan mereka
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bandung Barat (KBB) meluncurkan program unggulan Micropreneur Baznas KBB Batch 1 Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat.
Mengusung semangat “Mustahik Menjadi Mandiri, dari Usaha Kecil Menuju Naik Kelas”, program ini secara khusus menyasar 16 pelaku usaha yang telah lolos verifikasi menjadi langkah strategis mengubah penerima manfaat zakat menjadi pelaku ekonomi yang tangguh dan berdaya saing.
"Kegiatan ini tak sekadar pemberian bantuan, melainkan upaya terstruktur untuk mengubah pola pikir dan kemampuan usaha para mustahik agar tidak lagi bergantung pada bantuan sosial, melainkan mampu berdiri sendiri bahkan berpotensi menjadi pemberi zakat (muzaki) di masa depan," kata Kepala Bidang UMKM Dinas KUKM Kabupaten Bandung Barat, Ujang Herman, Jumat (1/5/2026).
Ujang menjelaskan, program ini dirancang menyeluruh, tidak hanya berupa pelatihan keterampilan usaha, namun juga menyentuh aspek krusial yang sering menjadi kendala pelaku UMKM, mulai dari bantuan legalitas usaha, akses permodalan, strategi pemasaran yang tepat, pengelolaan keuangan yang baik, hingga pendampingan berkelanjutan.
"Ke-16 peserta yang tergabung pun berasal dari beragam latar belakang usaha, yang memiliki potensi untuk dikembangkan namun masih terkendala keterbatasan akses dan pengetahuan," jelasnya.
Tak cuma itu, terang Ujang, peningkatan kelas usaha tidak bisa terjadi hanya dengan penambahan modal semata. Menurutnya, perubahan besar harus didukung dengan jiwa kewirausahaan yang kuat, kemampuan berinovasi, serta keberanian beradaptasi dengan perubahan zaman
Terlebih, kata dia, dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar.
“Untuk bisa naik kelas, pelaku usaha harus punya mental wirausaha yang tangguh, lalu ditopang inovasi yang terus-menerus dilakukan," terangnya.
"Saat ini, adaptasi terhadap teknologi digital menjadi syarat mutlak agar produk bisa bersaing, tidak hanya di pasar lokal tapi juga lebih luas,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua 2 Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Kabupaten Bandung Barat, Saiful Rachman menyebutkan, program ini menjadi langkah konkret dalam memutus mata rantai kemiskinan dan kerentanan ekonomi.
Menurutnya, pendayagunaan zakat harus dikelola secara produktif agar manfaatnya tidak habis dalam satu kali pemanfaatan, melainkan bisa berputar terus mendatangkan keuntungan bagi pelaku usaha.
"Fokus utama program ini, yakni membuka akses yang selama ini tertutup bagi pelaku usaha kecil," tuturnya.
Pria yang akrab disapa Kang Eful itu menyebut, mulai dari kepastian hukum lewat legalitas, dukungan dana lewat permodalan, cara menjual yang tepat sasaran, hingga pengelolaan usaha yang rapi, semuanya disiapkan agar usaha bisa tumbuh pesat.
“Harapan besarnya, melalui penguatan akses ini, usaha mereka bisa berkembang pesat dan berkelanjutan," ujarnya.
"Kami ingin melihat mereka yang dulunya menerima zakat (mustahik), kini mampu bangkit, mandiri, dan suatu saat nanti bisa menjadi pemberi zakat (muzaki) yang membantu orang lain,” pungkasnya. ***
Editor : Ahmad Sayuti

