Mahasiswa Ditemukan Meninggal Tergantung di Cimahi, Polisi Belum Temukan Kekerasan

Warga Jalan Guna Bhakti RT 02 RW 03, Kelurahan Cigugur Tengah, Cimahi digegerkan dengan penemuan jenazah seorang pemuda yang ditemukan dalam keadaan tergantung.

Mahasiswa Ditemukan Meninggal Tergantung di Cimahi, Polisi Belum Temukan Kekerasan
Kasi Humas Polres Cimahi Iptu Gofur Supangkat mengungkapkan, identitas korban bernama Bayu Kusumadewa (21) dan masih berstatus pelajar/mahasiswa dan beralamat di Kampung Bojong Koneng RT 03 RW 06, Kelurahan Campaka, Kecamatan Andir, Kota Bandung. (ilustrasi/net)

INILAHKORAN.ID - Warga Jalan Guna Bhakti RT 02 RW 03, Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi digegerkan dengan penemuan jenazah seorang pemuda yang ditemukan dalam keadaan tergantung pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Kasi Humas Polres Cimahi Iptu Gofur Supangkat mengungkapkan, identitas korban bernama Bayu Kusumadewa (21) dan masih berstatus pelajar/mahasiswa dan beralamat di Kampung Bojong Koneng RT 03 RW 06, Kelurahan Campaka, Kecamatan Andir, Kota Bandung. 

“Korban ditemukan pertama kali oleh warga dalam kondisi tergantung menggunakan tali tambang poliester berwarna putih,” kata Gofur.

Gofur menuturkan, kronologi bermula ketika seorang warga yang melintas melihat kejadian tersebut dan menyampaikan informasinya kepada saksi pertama berinisial N, warga Kebon Kelapa, Cigugur Tengah. 

Informasi itu kemudian diteruskan kepada saksi kedua, Dian Kurnia (31), seorang buruh harian lepas. Keduanya segera menuju lokasi dan mendapati korban sudah meninggal dunia. 

"Saksi kedua kemudian melaporkan kejadian kepada Bhabinkamtibmas Kelurahan Cigugur Tengah Aiptu Rohendi yang selanjutnya menyampaikan ke Piket Terpadu Polsek Cimahi," tuturnya.

Kemudian, sebut Gofur, tim gabungan yang terdiri dari Unit Reskrim, Sabhara, Bhabinkamtibmas, serta didukung tim Inafis Polres Cimahi segera mengamankan TKP dan melakukan pemeriksaan awal. 

"Dari hasil pengamatan fisik, tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan atau kekerasan pada tubuh korban," ujarnya.

Jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans PMI Kota Cimahi menuju Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk keperluan pemeriksaan visum et repertum. 

"Pihak kepolisian saat ini masih memeriksa keterangan para saksi dan mendalami latar belakang serta motif kejadian, sambil menunggu hasil visum lengkap dari tim medis," ucapnya.

Gofur mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan foto maupun rekaman video korban demi menghormati keluarga dan kaidah etika. 

“Kami juga mengajak masyarakat yang sedang mengalami tekanan berat atau gangguan kejiwaan untuk segera menghubungi keluarga, tokoh agama, atau layanan konseling. Jangan mengambil jalan pintas yang merugikan diri sendiri,” tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani