Mahasiswa Harus Menguasai Aspek Literasi Digital, Bahasa dan Leadership

Mahasiswa harus menguasai aspek literasi digital, bahasa, leadership (kepemimpinan), sebab mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan.

Mahasiswa Harus Menguasai Aspek Literasi Digital, Bahasa dan Leadership
Workshop Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Lanjut (PKM-TL) UIN SGD Bandung Tahun 2021.

INILAHKORAN, Bandung - Wakil Rektor III Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung Fathonih menegaskan, mahasiswa harus menguasai aspek literasi digital, bahasa, leadership (kepemimpinan), sebab mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan.

Menurut dia, sebagai calon pemimpin bangsa, mahasiswa UIN SGD Bandung harus mengedepankan dan membawa misi moral, karena yang dibutuhkan era 4.0 ini kepemimpinan adaptif, informatif, solutif, bukan melahirkan masalah, tapi dapat memberikan keteladanan.

"Contoh bagi kepemimpinan yang menjunjung tinggi akhlak mulia," ujar Fathonih, saat membuka acara Workshop Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Lanjut (PKM-TL) UIN SGD Bandung Tahun 2021, Selasa 21 Desember 2021.

Baca Juga: Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung Gelar Workshop Evaluasi Kurikulum

Menurutnya dia, adaptasi dan pemahaman informasi jadi kunci dalam memberikan solusi di tengah-tengah masyarakat.

"Karena anda mahasiswa UIN SGD Bandung, maka dalam memberikan solusi itu harus dibingkai dalam akhlak karimah sesuai visi dan misi kampus," jelasnya.

Selain itu, kata dia, kehadiran workshop ini sangat tepat dengan mengangkat tema internalisasi nilai-nilai kepemimpinan dalam membangun bangsa dan negara yang berkarakter Islami.

Baca Juga: UIN SGD Bandung Gelar PPM JT di Pangandaran Jabar

Untuk itu kehadiran pemimpin Unit Kegitan Mahasiswa (UKM), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Senat Mahasiswa (SEMA), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) yang mengikuti workshop ini dapat menjadi pelopor prinsip-prinsip kepemimpinan Rasulullah dengan mengutamakan akhlak.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Khoirudin menyampaikan sebanyak 100 peserta mengikuti Workshop PKM-TL dengan harapan dapat melahirkan kepemimpinan berkarakter.

"Branding persoalan itu perlu ditumbuhkan agar menumbuhkan jiwa-jiwa kepemimpinan. Syaratnya kepercayaan, dalam agama kita mengenal husnudzon, berprasangka baik, bukan negatif thinking, percaya pada diri kita, orang lain dalam menjalankan roda kepemimpinan," ujarnya.

Baca Juga: Sejak 1987, UKM Teater Awal Konsisten Wadahi Bakat Akting Mahasiswa UIN SGD Bandung

Melalui Workshop PKM-TL diharapkan dapat melahirkan kepemimpinan berkarakter. Untuk itu diperlukan gaya kepemimpinan agar menjadi sesuatu yang terbaik dengan ikut andil dalam menyiapkan kepemimpinan berkarakter Islami.  *** (Okky Adiana)


Editor : inilahkoran