Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung Gelar Workshop Evaluasi Kurikulum

Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung menggelar workshop Evaluasi Kurikulum.

Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung Gelar Workshop Evaluasi Kurikulum
Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung Setia Gumilar menyampaikan pentingnya Workshop Evaluasi Kurikulum sebagai upaya mengukur keberhasilan pembelajaran.

INILAHKORAN,Bandung,- Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung menggelar workshop Evaluasi Kurikulum, Rabu, Desember 2021.

Kegiatan Workshop Evaluasi Kurikulum tersebut digelar sebagai upaya UIN Sunan Gunung Djati Bandung mendorong lulusan berkualitas.

Melalui kegiatan Workshop Evaluasi Kurikulum, Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati berharap dapat terus mengembangkan kurikulum dari hasil evaluasi yang ada.

Baca Juga: Kompak Korupsi, Kades dan Mantan Kades Cikole Terancam 20 tahun Penjara

Terkait dengan hal itu, Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN SGD pun secara khusus menggelar Workshop Evaluasi Kurikulum, Rabu 15 Desember 2021.

Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung Setia Gumilar mengungkapkan, workshop evaluasi kurikulum itu sangat penting, untuk mengukur keberhasilan capaian pembelajaran.

Hasil evaluasi kurikulum menurut Setia Gumilar bisa dimanfaatkan untuk pengembangan kurikulum pada tahun berikutnya.

Baca Juga: Laura Anna Meninggal, Ini Yang Diucapkan Denny Sumargo

"Tujuannya untuk mengukur keberhasilan penerapan kurikulum dalam memberikan acuan kegiatan yang menghantarkan lulusan sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan," kata Setia Gumilar kepada inilahkoran.id, Rabu 15 Desember 2021.

Menurut dia, bagaimana kurikulum pada setiap program studi di FAH menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mampu menerapkan ilmunya hingga berbuah inovasi dan menjadi bagian dari solusi bagi permasalahan sosial.

Selain itu, kata dia, lulusan FAH memiliki dedikasi untuk kemanusiaan (humanis) dan kemajuan bangsa. Juga, mereka melek teknologi agar siap menghadapi kemajuan dan perubahan zaman yang sangat cepat.

Baca Juga: Begini Cara Bima Arya Merayu Anak Jalanan Agar Mau Mengikuti Vaksinasi

"Lulusan kita pun harus bisa mengisi lapangan pekerjaan yang sudah tersedia, terlebih memiliki kemampuan menciptakan lapangan pekerjaan,” ucapnya.

Selain itu, Rektor UIN SGD Bandung Mahmud menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan workshop evaluasi kurikulum ini, karena akan menjadi tolok ukur terhadap pencapaian pendidikan.

"Evaluasi kurikulum sebuah keniscayaan, sekaligus sebagai bukti perhatian akan peranan kurikulum dalam menciptakan lulusan yang ideal,” kata Mahmud.

Baca Juga: Heboh Zulkifli Hasan Pamer Kebun Kebun Jengkol, Ternyata Terinspirasi Ridwan Kamil

Ia pun mengingatkan peserta workshop tentang tiga peranan kurikulum dalam sebuah perguruan tinggi. Peran konservatif, kreatif, serta kritis dan evaluatif.

Peran Konservatif, kurikulum menjadi sarana untuk menerapkan nilai-nilai warisan budaya yang masih relevan dengan mahasiswa saat ini.

"Peranan kreatif, kurikulum memiliki fungsi penting dalam menggali potensi mahasiswa untuk berkreasi," ujarnya.

Baca Juga: Teddy Tjahjono Beberkan Hasil Evaluasi Persib, Ternyata Begini Hasilnya

"Peranan kritis dan evaluatif, kurikulum dapat membentuk karakter mahasiswa menjadi kritis dan evaluatif, sehingga mereka siap terjun ke masyarakat dan mampu bersaing dengan baik,” katanya.*** (Okky Adiana)


Editor : inilahkoran