Mahasiswa UIN Bandung Sambut Baik Ajakan Selektif Sikapi Isu Boikot

Cendekiawan Muslim Nadirsyah Hosen meminta para mahasiswa untuk tidak menerima mentah-mentah ajakan boikot terhadap produk-produk yang disebut-sebut terafiliasi Israel melalui media sosial.

Mahasiswa UIN Bandung Sambut Baik Ajakan Selektif Sikapi Isu Boikot

INILAHKORAN, Bandung - Cendekiawan Muslim Nadirsyah Hosen meminta para mahasiswa untuk tidak menerima mentah-mentah ajakan boikot terhadap produk-produk yang disebut-sebut terafiliasi Israel melalui media sosial. Dia berharap mahasiswa harus bersikap selektif dalam menyikapinya.

“Sebagai mahasiswa harus bersikap kritis dalam menyikapinya. Jangan hanya ikut-ikutan emosi dan larut dalam euforia untuk boikot saja,” ujar Nadirsyah, saat menjadi narasumber dalam sebuah seminar di aula FISIP UIN Sunan Gunung Djati Bandung, baru-baru ini. 
 
Dia mengutarakan dalam Fatwa MUI juga tidak pernah disebutkan kata-kata boikot sama sekali. Yang disebutkan itu adalah mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina dari agresi Israel dan ini yang ditafsirkan beberapa pihak sebagai boikot produk.

“Jadi, sebenarnya tidak ada hukumnya untuk memboikot suatu produk tapi ternyata tidak ada kaitannya dengan afiliasi Israel, dan malah membuat kesengsaraan baru bagi masyarakat yang terkena PHK karena adanya ajakan boikot tersebut,” katanya.
 
Menurutnya, website-website yang dibuat untuk membuktikan produk-produk itu terafiliasi Israel atau tidak juga berbeda-beda outputnya baik dengan atau tanpa alasan atau penjelasan. 

Tapi, intinya menurut Nadirsyah, data produk-produk yang terafiliasi Israel itu sudah dimasukkan terlebih dahulu. Dan dari hasil penelitian yang dilakukannya, ternyata siapa saja bias memasukkan data produk dan alasannya di website tersebut. 

“Jadi, saat kita memasukkan nama sebuah produk, jika itu ada dalam daftar, ya jelas hasilnya juga menunjukkan bahwa produk itu terafiliasi Israel,” ucapnya.

Karenanya, dia meminta agar sebagai mahasiswa bisa mengkritisi hal-hal seperti ini dan jangan malah masuk kepada euforia boikotnya. 

“Kita tidak menolak untuk boikot asal memang itu benar-benar terafiliasi Israel. Tapi, jangan sampai karena kebencian terhadap satu produk malah merugikan bangsa sendiri,” tandasnya.
 
Mendengar penjelasan yang disampaikan Nadirsyah ini, mahasiswa FISIP UIN Bandung yang hadir dalam acara tersebut mengaku mendapat pencerahan baru terkait isu boikot ini. 

Danu Durohman misalnya, baru mengetahui bahwa ternyata produk-produk yang seperti disebut-sebut di berbagai media sosial selama ini ternyata perlu diklarifikasi lagi kebenarannya. 
Dia menuturkan selama ini hanya tahu bahwa produk-produk terafiliasi Israel yang disebut di media sosial itu benar. 

“Tapi, saya baru tahu dari seminar ini bahwa itu ternyata itu belum terbukti kebenarannya dan perlu diklarifikasi lagi tentang kebenarannya,” katanya. 
 
Ke depan, dia mengatakan akan mengubah cara pandangnya selama ini terkait produk-produk yang disebut-sebut terafiliasi dengan Israel. 
 
Salsabila Fitriyani juga menyampaikan  akan bersikap lebih selektif terkait ajakan boikot terhadap produk-produk yang disebut-sebut terafiliasi Israel setelah mendengar penjelasan Nadirsyah. 

“Bagus ya, dengan adanya penjelasan dari Nadirsyah tadi, jadi kita itu ternyata harus benar-benar selektif dalam memilih mana saja produk yang perlu diboikot. Selama ini saya kan taunya nama-nama produk yang diboikot itu hanya dari media sosial saja,” ungkapnya. ***


Editor : Ahmad Sayuti