Makin Mengerucut, 5 Calon Sekda Jabar Lolos Tahap Selanjutnya
Seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat kian mengerucut. Kini tersisa lima nama calon sekda dua di antaranya berasal dari kalangan eksternal Pemprov Jabar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung- Seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat kian mengerucut. Kini tersisa lima nama calon sekda dua di antaranya berasal dari kalangan eksternal Pemprov Jabar.
Diketahui, sebelumnya Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekda Provinsi Jawa Barat melakukan seleksi kepada sembilan nama.
Adapun lima nama yang lolos seleksi tahap wawancara pada 20 Desember 2019 mendatang yaitu Setiawan Wangsaatmadja jabatan Deputi Sumber Daya Manusia Apartur Kementerian Pendayagunaan Apartur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, Dicky Saromi Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jabar, Yerry Yanuar Kepala BKD Jabar, Dedi Taufik Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar, dan Deni Hamdani Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan.
Hal tersebut Berdasarkan pengumuman Nomor 821/016/PanselSekda/2019, tentang Hasil seleksi kompetensi, penulisan makalah, pemeriksaaan kesehatan, dan penelusuran rekam jejak dalam rangka pengisian jabatan pimpinan tinggi madya Sekda Jabar.
"Dari hasil assesmant oleh tim independen, sebanyak lima nama dinyatakan lulus ke proses selanjutnya," ujar Kepala Bidang Pengembangan Karir BKD Provinsi Jabar Teten Ali Mulku Engkun, Selasa (17/12/2019).
Menurutnya, tiga nama memang berasal dari internal Provinsi Jabar. Sementara dua nama berasal dari eksternal. Walaupun, sebenarnya Setiawan Wangsaatma sempat menjabat sebagai Kepala BPLHD Jabar. Kemudian, pindah ke kantor kementerian. Sedangkan Deni Hamdani merupakan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan.
"Pa Setiawan dulu memang BPLHD pindah ke pusat sebagai konseptor reformasi. Sekarang, balik lagi ke Provinsi Jabar ikut seleksi Sekda," katanya.
Kelima nama calon Sekda Jabar ini bakal menjalani sesi wawancara dengan panitia seleksi pada Jumat 20 Desember 2019 di Hotel Prama Grand Preanger, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung mulai pukul 08.00.
Nantinya para peserta dipersilakan untuk menyiapkan bahan paparan dalam waktu lima menit terkait strategi guna mengakselarsi program gubernur dan wakil gubernur dengan tema “Sekretaris Efektif, Dukung Gubernur Tunaikan Janji”.
"Ada pun bahan wawancaranya dari makalah yang mendadak dibuat oleh mereka," katanya.
Dia menjelaskan, sebelum pengumuman lima besar ini Sembilan calon sekda menjalani tes penulisan makalah, pemeriksaan kesehatan, dan penyelusurun rekam jejak. Proses tes, dilakukan oleh profesional assestment yakni dari Dimensi Indonesia yang dulu menyeleksi mantan pimpinan KPK. Setelah itu, masuk ke tes kesehatan yang dilakukan pula oleh lembaga independen.
Seorang Sekda, menurut dia, dituntut untuk bisa mengambil kebijakan dengan cepat untuk menerjemahkan kebijakan dari gubernur. Itu alasan pihaknya sengaja meminta peserta untuk membuat makalah secara mendadak dalam waktu mendadak dalam proses seleksi selanjutnya nanti.
"Tes berikutnya, panitia meminta pada Calon Sekda untuk membuat makalah ke depan akan menjabarkan visi dan misi gubernur Jabar seperti apa,” kata dia.
Nantinya, dia mengatakan, dari lima nama tersebut akan kembali mengerucut menjadi tiga besar yang akan melanjukan pada proses selanjutnya. Yaitu, wawancara dengan pengguna atau user, dalam hal ini Gubernur dan wagub Jabar.
"Selanjutnya, nama yang terpilih berikutnya akan diserahkan ke presiden karena keputusan ada di pemerintah pusat," katanya.
Sebelumnya, Ketua Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Erry Riyana Hardjapamekas mengatakan secara umum proses seleksi berjalan dengan lancar. “Proses pendaftaran dimulai dari tangal 7-21 November 2019. Total pendaftar ada 19, dan yang memenuhi persyaratan sebanyak 9 orang,” katanya di Bandung, Kamis (12/12/2019) lalu.
Secara normatif, kriteria untuk calon sekda adalah memiliki kualifikasi pendidikan paling rendah sarjana atau diploma IV (diutamakan magister (S2); memiliki Kompetensi Teknis, Kompetensi Manajerial, dan Kompetensi Sosial Kultural sesuai standar kompetensi Jabatan yang ditetapkan. Mengingat jabatan Sekda Jabar yang begitu strategis, karena itu pansel menetapkan kriteria umum dan khusus.
Secara khusus, Erry menyebutkan peserta harus memiliki pengalaman Jabatan dalam bidang tugas yang terkait dengan Jabatan yang akan diduduki secara kumulatif paling singkat selama 7 (tujuh) tahun; sedang atau pernah menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (diutamakan eselon II.a) atau Jabatan Fungsional jenjang ahli utama paling singkat 2 (dua) tahun; Usia paling tinggi 58 (lima puluh delapan) tahun per 31 Januari 2020; Sehat jasmani dan rohani serta bebas dari narkoba.
Erry juga menyebutkan, para peserta harus memiliki sertifikat kelulusan diklatpim tingkat II (diutamakan diklatpim I); dan Memiliki pangkat/golongan ruang Pembina Utama Muda (IV/c), dengan Usia paling tinggi 58 (lima puluh delapan) tahun per 31 Januari 2020.
“Tak kalah penting adalah memiliki rekam jejak, integritas dan moral yang baik,” katanya.
Panitia seleksi, ungkap Erry, terdiri dari beragam unsur profesional, birokrat dan akademisi dengan kompetensi yang mumpuni serta relevan di bidangnya. Antara lain, Sarwono Kusumaatmadja; Cahyana Ahmadjayadi; Kepala Badan Kepegawaian Negara, Bima Wibisana; Sekjen. KemenPAN dan RB, Dwi Atmaji; Staf Ahli Kemendagri, Hamdani; Dekan FEB Unpad, Yudi Azis. (Riantonurdiansyah)
Editor : Bsafaat

