Mantap, Tahun Ini Ada 79 Desa Mandiri di Jabar
Jumlah desa mandiri di Jawa Barat meningkat lebih dari dua kali lipat pada 2019 ini, yaitu di angka 79 desa. Sedangkan pada 2018 lalu hanya berjumlah 37 desa.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung- Jumlah desa mandiri di Jawa Barat meningkat lebih dari dua kali lipat pada 2019 ini, yaitu di angka 79 desa. Sedangkan pada 2018 lalu hanya berjumlah 37 desa.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat, Dedi Supandi mengatakan, peningkatan tersebut terjadi lantaran berbagai program pembangunan desa berlangsung efisien.
Diketahui, desa mandiri adalah desa yang berkembang di sejumlah bidang utama sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan warga desanya.
"Ternyata berbagai kebijakan dan program pembangunan desa di bawah Gubernur Jabar Ridwan Kamil ini cocok dengan indikator desa mandiri, sehingga hasil survei awal yang segera dirilis ini menunjukkan bahwa tahun ini desa mandiri di Jabar jumlahnya naik jadi 79 desa, padahal targetnya hanya 63 desa," ujar Dedi di Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu (3/7/2019).
Dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Barat 2018-2023, katanya, tertulis bahwa indikator kerja gubernur salah satunya harus menaikkan Indeks Desa Membangun, yang di dalamnya ada Indikator Desa Mandiri.
Dedi sampaikan, pihaknya menargetkan jumlah desa mandiri selalu meningkat setiap tahun. Dari awalnya pada 2018 mencapai 37 desa, pada 2019 ditargetkan 63 desa dan kenyataannya menjadi 79 desa mandiri.
Untuk 2020 nanti, diproyeksikan dapat mencapai 89 desa. Kemudian pada 2021 ditargetkan menjadi 115 desa dan pada 2022 menjadi 141 desa, dan 2023 menjadi 167 desa mandiri.
Target Indeks Desa Membangun di Jawa Barat pada 2019 ditargetkan menjadi 2,58 persen, pada 2020 menjadi 4,46 persen, pada 2021 menjadi 6,34 persen, pada 2022 menjadi 8,22 persen, sedangkan pada 2023 menjadi 10,11 persen.
"Beberapa program sudah dilakukan sesuai indikator yang ada, yakni program desa digital yang di dalamnya program Wifi gratis, satu desa satu perusahaan atau one village one company, sampai program jembatan gantung masuk desa. Sebagian besar program sangat memenuhi Indikator Desa Membangun tersebut," katanya.
Menurut dia, sejumlah program tersebut sangat mengena dengan pembangunan desa di berbagai indikator, mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi, ketahanan sosial, sampai kebencanaan. Salah satunya di sektor kesehatan, penanganan masalah gizi stunting ditangani langsung sampai tingkat desa sesuai intervensi gubernur terhadap penanganan hal tersebut melalui dana desa.
Di sejumlah titik desa mandiri pun, katanya, sudah dilakukan program tanggap bencana sehingga terdapat jalur evakuasi bencana dan pengetahuan kebencanaan yang tinggi di masyarakat desa tersebut.
"Sekarang seluruh OPD di Jawa Barat, dari mulai dinas saya sendiri sampai dinas lainnya, lebih konsen membangun desa. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jabar contohnya fokus melakukan program Jabar Caang ke semua pelosok, Dinas Kesehatan fokus tangani stunting, sampai Badan Narkotika Nasional yang langsung terjun ke desa cegah penyalahgunaan narkoba di desa," katanya.
Selain itu, aktivitas ekonomi di desa sendiri terus ditingkatkan. Salah satu pendorong sektor tersebut yaitu dengan menjalankan program satu desa satu perusahaan, penyebaran CEO Badan usaha Milok Desa (Bumdes) dan perbantuan pemasaran produk Bumdes.
"Dalam hal perkembangan ekonomi, kami targetkan program satu desa satu perusahaan. Saat ini masih 14,1 persen atau 746 desa yang belum mempunyai Bumdes," katanya
Untuk mengurangi angka ini, Dedi mengatakan pihaknya pun menggaet unsur lain dalam pentaheliks pembangunan, di antaranya menggaet sektor swasta. PT Astra International, katanya, sudah mempelopori pembangunan 100 desa sejahtera.
"100 desa sejahtera yang dipelopori Astra ini akan mendapat bimbingan pelatihan pembuatan produk, pemasaran, temu bisnis, sampai permodalan," katanya.
Pemerintah pun, kata dia, tidak akan segan memberikan modal kepada Bumdes yang dapat memperlihatkan kinerja baiknya dalam memajukan bumdesnya sendiri dan menyejahterakan masyarakat desanya
"Kami akan support juga 500 bumdes tahun ini. Lebih penting bagi kami untuk membantu meningkatakan ekonomi bumdes dan membantu pemasaran, tidak hanya lokal di desa itu, tapi sampai provisi atau go internasional," katanya. (Rianto Nurdiansyah)
Editor : Bsafaat

