INILAH, Garut - Sejumlah pegiat pendidikan di Kabupaten Garut mengimbau umat Islam tidak melakukan kegiatan hura-hura pada malam pergantian tahun.
“Kegiatan pesta-pesta pada malam pergantian tahun itu lebih banyak menimbulkan madlarat(keburukan)-nya daripada manfaatnya.
Karenanya, kami mohon Bapak Bupati/Wakil Bupati Garut segera memberikan larangan/himbauan kepada semua pemilik hotel, dan tempat hiburan yang ada di Garut agar tidak mengadakan pesta kembang api/merecon, atau pesta-pesta yang menambah kemaksiatan pada saat malam pergantian tahun baru nanti !" kata Dewan Penasehat Serikat Guru Indonesia (SEGI) Kabupaten Garut Imam Tamamut Taufik, Kamis (20/12/18).
Dia berharap permintaan tersebut dapat diperhatikan Pemkab Garut demi kepentingan masyarakat Garut. Terlebih Garut dikenal dengan masyarakatnya yang agamis.
Imam menyarankan umat Islam sebaiknya tidak berkeluyuran rumah pada malam pergantian tahun melainkan mengisinya dengan hal-hal lebih bermanfaat, sesuai ajaran Islam.
Senada dengan harapan Imam, sejumlah warga di Cisompet memasang sebuah baliho berukuran cukup besar di pinggir jalan raya Garut-Pameungpeuk. Baliho tersebut bertuliskan, ajakan untuk tidak keluar rumah pada malam pergantian tahun.
"Alangkah lebih baiknya kita isi liburan pergantian tahun baru ini dengan cara-cara sesuai agama kita, Islam yang merupakan Rahmat bagi seluruh alam semesta!" ujar Asep Nurul warga setempat.